Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Tularkan Optimisme Ekonomi 2016, Kemenkeu Selenggarakan Workshop FEKK

Jakarta, 18/05/2016 Kemenkeu - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara membuka Workshop Forum Ekonom Kementerian Keuangan (FEKK)  pada Rabu (18/6) di Jakarta. Pada keynote speech-nya, ia memaparkan arah umum kebijakan fiskal yang meliputi pandangan dan posisi Kementerian Keuangan atas situasi perekonomian nasional.

"Pemerintah meyakini pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,3 persen. Sementara untuk inflasi terkendali, berada di kisaran 4 persen," paparnya. Ia menambahkan, salah satu faktor pengungkit pertumbuhan ekonomi adalah menanjaknya belanja modal Indonesia. Hingga April 2016, belanja modal Indonesia tercatat telah mencapai Rp18 trilun, meningkat dua kali lipat jika dibandingkan tahun sebelumnya, sebesar Rp9 triliun.

"Kenaikan belanja modal karena pralelang 2016 sudah dapat dilaksanakan pada November hingga Desember 2015. Dengan demikian, mempercepat eksekusi,” jelasnya. Pada kesempatan tersebut, Kepala BKF juga memaparkan beragam kebijakan pemerintah, terutama di bidang fiskal untuk mendongkrak perekonomian Indonesia pada tahun 2016.

Sebagai informasi, workshop dihadiri oleh 33 ekonom dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam anggota FEKK. Menurut rencana, workshop berlangsung selama dua hari yaitu pada 18-19 Mei 2016.

Pada hari pertama, workshop membahas lima topik utama. Pertama, kerangka ekonomi makro oleh Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, BKF. Kedua, pokok-pokok dan arah kebijakan fiskal 2017 oleh Kepala Pusat Kebijakan APBN. Ketiga, review dan arah kebijakan belanja 2016 oleh Direktur Penyusunan Anggaran, Direktorat Jenderal Anggaran (DJA). Keempat, Undang-Undang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK) oleh Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan, BKF. Terakhir, Penajaman fungsi monitoring dan evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendukung manajemen pengeluaran publik oleh Direktur Pelaksanaan Anggaran, Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Sebagaimana diketahui, FEKK merupakan merger antara Regional Economist dengan Tim Asistensi Disentralisasi Fiskal pada 2014. Melalui forum ini, Kementerian Keuangan ingin memperkuat jaringan ekonom di seluruh Indonesia, termasuk membangun kerja sama dengan universitas-universitas di daerah. FEKK diharapkan dapat menjadi wadah yang membantu mengomunikasikan kebijakan ekonomi dan fiskal yang dikeluarkan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan di daerah.(fr)