Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Tumbuh Pesat, Peranan Sukuk Semakin Penting dalam Pasar Keuangan Syariah

Jakarta, 18/05/2016 Kemenkeu - Seiring dengan pertumbuhan industri keuangan syariah di pasar global saat ini, Sukuk tengah mengalami pertumbuhan yang tinggi dan memegang peranan yang semakin penting dalam pasar keuangan syariah.

Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, peningkatan peran tersebut berkaitan dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan oleh sukuk sebagai alternatif instrument investasi. Berbagai keuntungan tersebut antara lain kesesuaian dengan prinsip syariah; basis investor yang terdiversifikasi; serta fleksibilitas yang tinggi, baik dalam struktur, tenor, maupun underlying asset-nya.
 
“Selain itu juga potensi pertumbuhan pasar keuangan syariah yang memang sangat besar,” jelasnya dalam opening remarks pada acara 1st Annual Islamic Conference ‘Sukuk for Infrastructure Financing and Financial Inclusion Strategy’ yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta pada Selasa (17/05).

Seperti diketahui, industri keuangan syariah di pasar global tengah mengalami pertumbuhan pesat, yang ditandai dengan peningkatan jumlah aset secara signifikan setiap tahunnya. Pada akhir tahun 2014, industri keuangan syariah global mencatatkan total aset sekitar 2,1 triliun dolar AS, dengan pertumbuhan rata-rata setiap tahun selama 2009-2014 sebesar 17,3 persen.

Dari jumlah tersebut, lanjut Menkeu, perbankan syariah dan sukuk mendominasi total aset industri keuangan syariah global, dengan kontribusi masing-masing sebesar 80 persen dan 15 persen. “Pada akhir tahun 2014, total aset perbankan syariah diperkirakan mencapai 1,7 triliun dolar AS, dengan CAGR (compound annual growth rate) sebesar 14 persen selama periode 2009-2014. Sementara, outstanding sukuk pada akhir 2014 mencapai sekitar 300 miliar dolar AS,” urainya.(nv)