Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Untuk Pertama Kalinya, Indonesia Ekspor Gerbong Kereta ke Bangladesh

Surabaya, 31/03/2016 Kemenkeu - Memasuki era kompetisi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia terus berusaha meningkatkan daya saing industri dalam negeri untuk memenangkan kompetisi tersebut. Salah satu upaya ini ditandai dengan ekspor gerbong kereta penumpang buatan PT Industri Kereta Api (INKA) ke Bangladesh.

Pelepasan ekspor tahap pertama gerbong kereta tersebut berlangsung di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Kamis (31/3). Kegiatan ini sendiri dihadiri antara lain oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Menteri Perdagangan; Menteri Keuangan; Wakil Menteri Keuangan; Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu); Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu; Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu; Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi; serta Gubernur Jawa Timur.

Sebagai informasi, sejak Bulan Juli 2015, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan No.134/PMK.08/2015 tentang Penugasan Khusus/National Interest Account (NIA) telah menugaskan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank untuk menyediakan pembiayaan ekspor yang secara komersil sulit dilaksanakan (tidak feasible dan tidak bankable), tetapi dipandang penting oleh Pemerintah. Salah satunya adalah pembiayaan ekspor produk gerbong kereta penumpang PT INKA (Persero).

Melalui skema NIA, Indonesia Eximbank telah memberikan pembiayaan kepada PT INKA dengan nilai maksimum sebesar Rp300 miliar untuk jangka waktu sampai dengan 31 Desember 2016. Pembiayaan tersebut digunakan untuk memproduksi 150 gerbong kereta penumpang atas pesanan Bangladesh Railway, yang akan dikirimkan secara bertahap mulai bulan Maret hingga Agustus 2016, diawali dengan pengiriman pertama pada 31 Maret 2016.

Pembiayaan NIA kepada PT INKA ini telah memberikan multipier effect kepada industri besar dalam negeri, industri mikro, kecil, dan menengah, serta penyerapan tenaga kerja. Proyek ini juga memiliki Tingkat Kandungan Lokal (TKD) hingga 70 persen, sehingga akan mampu menggerakkan sektor riil dan manufaktur di dalam negeri.

Dalam sambutannya, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan, LPEI telah relatif berhasil membantu mempromosikan ekspor Indonesia, khususnya untuk jenis produk yang relatif baru, dengan destinasi ekspor yang relatif baru pula. “Tahun lalu kita berjuang karena pertumbuhan ekspor negatif, ekspor kita negatif salah satunya karena kita bergantung pada komoditas. Kita harus mulai memperbaiki keadaan, kita harus kenalkan produk baru, produk-produk yang berupa olahan dan manufaktur,  dan salah satu contoh yang kita banggakan adalah gerbong kereta yang dibuat PT INKA," jelasnya.

Dengan diekspornya gerbong kereta buatan PT INKA ini, Menkeu menilai, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mampu bersaing di pasar internasional. "INKA itu BUMN, dan telah membuktikan bahwa bisa bermain di pasar internasional," katanya.(rsa)