Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Volatilitas Pertumbuhan Indonesia Lebih Stabil Dibanding Negara Lain

Jakarta, 31/07/2013 MoF (Fiscal) News - Gejolak yang terjadi pada perekonomian global masih belum menunjukkan titik terang penyelesaiannya. Namun, menurut Menteri Keuangan M. Chatib Basri, di antara negara-negara anggota G-20, pertumbuhan Indonesia masih menjadi yang paling tinggi kedua setelah Cina.

“Setelah memperhitungkan kebijakan quantitative easing, itu Indonesia masih pada nomor dua tertinggi. Itu Indonesia, growth volatility-nya sebetulnya jauh lebih stabil dibanding negara lain,” jelasnya saat konferensi pers di Aula Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (30/7).

Sementara itu, di sektor indeks saham, jika dibandingkan dengan negara lain, IHSG masih tumbuh (year to date) sebesar 7,93 persen. “Masih lebih tinggi yang dibandingkan dengan Thailand yang 6,09 persen. Atau Singapura yang 2,18 persen atau Malaysia yang 7,03 persen atau India,” katanya. Dari nilai ini, menurutnya, keadaan di capital market Indonesia relatif baik.

Di sisi nilai tukar, depresiasi rupiah memang terjadi sebesar 4,84 persen (year to date). Namun, negara-negara lain juga mengalami hal yang sama, dimana Filipina terdepresiasi 5,23 persen dan India sebesar 6,86 persen. “Betul ada gejolak dalam rupiah tapi bukan suatu yang mengkhawatirkan. Kalau dilihat dari growth dan nilai tukar, kita masih relatif oke,” pungkasnya.(fin)