Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Waktunya Membangun Infrastruktur dari Daerah

Jakarta, 17/05/2016 Kemenkeu - Badan Kebijakan Fiskal dan Panitia Sidang Tahunan Islamic Development Bank (ST IDB) bekerja sama dengan Komunitas Mezzanine Club menyelenggarakan inspirative talk dengan mengusung tema "Membangun Indonesia dari Daerah" di Jakarta Convention Center, Senin (16/5). Bertindak sebagai pembicara adalah Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak, dan Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur Emma Sri Martini. Acara ini menjadi salah satu rangkaian side events ST IDB dan dibuka langsung oleh Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro dan Presiden IDBAhmad Mohamed Ali Al Madani.

Dalam penyampaian materinya, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah mengungkapkan bahwa Bantaeng kini tengah merintis kawasan industri. Hal ini merupakan tindak lanjut setelah berbagai program pembangunan infrastruktur agar Bantaeng menjadi daerah hilir.
Namun demikian, terdapat dua hambatan yang dihadapi, lanjut Nurdin. Pertama adalah ketergantungan pada Dana Alokasi Khusus dan Dana Alokasi Umum dari APBN. Selanjutnya, adalah proses politik. "Kadang membutuhkan waktu dan proses politik yang panjang dalam proses pembangunan," ujar Nurdin. 

Pembicara selanjutnya adalah Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak.Menurutnya, kehidupan masyarakat di daerah sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemimpinnya. Trenggalek, lanjutnya, juga masih menghadapi berbagai kendala pembangunan. Di antaranya adalah dominasi kehidupan agraris dan pedesaan, tingkat kemiskinan yang masih relatif tinggi, terbatasnya kemampuan sektor primer menopang ekonomi, cakupan infrastruktur dasar yang rendah dan disparitas ekonomi yang tinggi. Untuk mencapai poros utama di Selatan Jawa, salah satu proyek yang dikejar adalah pembangunan kabel fiber optik. Selain itu, Kabupaten Trenggalek saat ini juga megembangkan program 100 hari menuju Smart Regency dengan memanfaatkan berbagai aplikasi dan pengembangan IT.
(da)