Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Walau Global Melambat, APBN 2015 Tetap Aman

Jakarta, 05/01/2016 Kemenkeu - Seiring dengan berakhirnya pelaksanaan tahun anggaran 2015, dapat dilihat bahwa posisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia berada dalam posisi yang aman. Ini sekaligus menjadi jawaban atas keraguan karena penerimaan negara yang belum mencapai target dan kemungkinan pelebaran defisit ke level tidak aman. Menurut Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara, 2015 memang menjadi tahun dimana situasi global masih tidak menentu dan banyak negara, termasuk Indonesia, mengalami fase perlambatan.


“Yang bisa kita lihat dari pelaksanaan APBN kita adalah APBN kita aman. Karena sering kali ditanya mengenai shortfall pajak. APBN kita aman, dengan defisit di 2,8. Berapapun kekurangan pajak yang dikumpulkan, APBN kita tahan defisitnya tidak boleh lebih dari 3 persen,” jelasnya di Kantor Kementerian Keuangan pada Senin (04/01).


Menurutnya, pemerintah telah mendesain APBN-P di awal tahun agar dapat memberikan manfaat semaksimal mungkin. Ini termasuk desain target penerimaan serta pengeluaran yang dapat memaksimalkan dampak APBN bagi masyarakat. “Ketika menjalankan, mindset-nya adalah maksimalkan impact-nya. Karena kita benar-benar ingin maksimalkan impact,” tambahnya.


Di akhir tahun, pemerintah mencatat penerimaan total sebesar 84,7 persen dan belanja negara sebesar 91,1 persen. Terkait pelebaran defisit, ia menyebutkan bahwa pemerintah telah berupaya melakukan pembiayaan baik dari multilateral, bilateral serta private placement. “Anggaran kita jalankan dan serap semaksimal mungkin. Itu esensi negara bekerja dan APBN-P memberikan manfaat yang maksimal. Kita yakin ini yang paling maksimal impact-nya,” tegas Suahasil. (as)