Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Wamenkeu II Berharap Kemacetan di Tanjung Priok Segera Terurai

Jakarta, 31/07/2013 MoF (Fiscal) News – Proses pembongkaran muatan kontainer berikut pemindahannya di Pelabuhan Tanjung Priok terganggu oleh kemacetan. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) II Mahendra Siregar mengatakan bahwa kemacetan yang terjadi di Tanjung Priok paling parah terjadi pada bagian dalam pelabuhan.

Ia menjelaskan, perlu waktu hingga hampir 15 jam bagi truk untuk bergerak sejauh 1 kilo meter. “Dari proses pembongkaran barang sampai penimbunan kontainer, baik di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) YOR (yard occupancy ratio)-nya tinggi, TPS ke TPS lain jalan dalam Priok macetnya minta ampun. Di sana mereka satu kilo meter itu butuh 15 jam,” kata Wamenkeu II, Rabu (31/7). 

Sementara pada bagian luar menuju pelabuhan Tanjung Priok juga masih terjadi kemacetan, meskipun tidak terlalu parah. Hal ini disebabkan adanya kegiatan penggalian lubang yang dilakukan secara bersamaan. “Banyak galian lubang yang dilakukan secara bersamaan, seperti penggalian untuk kabel listrik, kabel telepon, aliran air. Itu kalau dilakukan bersamaan kan bikin jalanan dan truk itu lagi-lagi macet,” katanya. Menurutnya, seharusnya ada koordinasi dalam melakukan penggalian, setidaknya tidak dilakukan secara bersamaan, baik waktu maupun lokasinya, agar lalu lintas tidak terganggu.

Ia menambahkan bahwa pihaknya sudah meminta pada pihak terkait untuk bekerja sama dalam menyelesaikan persoalan ini, karena kegiatan penggalian tersebut sangat mengganggu aktivitas truk yang akan masuk ke pelabuhan. “Tiga penyedia utilitas yang punya galian, besok ditutup dulu galiannya. Bergerak dari custom, sekarang galian juga diselesaikan,” jelasnya.

Jika belum dapat diselesaikan, maka kegiatan penggalian tersebut diminta untuk ditunda. Setidaknya sampai kondisi pelabuhan berangsur normal. “Sekarang kita harapkan semua lini jalan di bawah pengerjaan jalan tol sudah di-overlay lebih baik, diperbesar 500 meter karena sudah penyelesaian. Di sebelah sana (arah pintu masuk pelabuhan) walaupun jalan belum lebar, tapi sudah tidak bolong-bolong,” pungkas Wamenkeu II.(nic)