Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan usai memberikan Kuliah Umum kepada para mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari di Jombang, Jawa Timur pada Senin (28/05).

Wamenkeu Ingin APBN Dikenal di Pondok Pesantren

Jombang, 30/05/2018 Kemenkeu - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang Jawa Timur, pada Senin malam (28/05). Ia pun berkesempatan memberikan penjelasan mengenai APBN kepada para mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari pada acara kuliah umum dan kepada para santri saat acara berbuka puasa bersama.

“Kita ingin (APBN) juga dikenal masyarakat umum, termasuk pondok pesantren,” jelas Wamenkeu kepada sejumlah wartawan usai memberikan kuliah umum yang bertemakan 'Peran APBN dan Generasi Muda dalam Mewujudkan Tujuan Pembangunan' di Jombang, Jawa Timur.

Sesaat sebelum memulai kuliah umum, Wamenkeu juga menyaksikan penandatanganan MoU antara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan dengan Pondok Pesantren Tebuireng. MoU ini berisikan mengenai kerjasama edukasi keuangan negara terutama di bidang pembiayaan syariah dalam APBN. Kerjasama tersebut bisa dilaksanakan dalam bentuk pengembangan mata kuliah di bidang keuangan syariah, kesempatan magang di Direktorat Pembiayaan Syariah DJPPR dan penyelenggaraan kegiatan kuliah umum ataupun sosialisasi program pemerintah.

Tidak hanya itu, Wamenkeu didampingi Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal beserta tim dari Otoritas Jasa Keuangan mendatangi Bank Wakaf Mikro yang berada di Pondok Pesantren Tebuireng. Pada kesempatan itu Wamenkeu berbincang santai dengan para nasabah Bank Wakaf. Dengan adanya pinjaman mikro, para nasabah merasa sangat terbantu sehingga dapat membuka beberapa usaha sekaligus.

“Tujuan (APBN) kita adalah bagaimana bisa menyejahterakan rakyat Indonesia semuanya, namun yang dibangun tidak bisa langsung seluruhnya maka harus bertahap. Untuk itu yang dibangun fisiknya dulu, infrastruktur. Tapi juga tidak kalah penting membangun karakter bangsa dan membangun kecerdasan kalbu. Adik-adik adalah masa depan bangsa, tolong dijaga akhlak, budi pekerti, integritas, dan kejujuran," pesan Wamenkeu saat mengakhiri rangkaian kegiatan dengan acara berbuka puasa bersama para santri Pondok Pesantren Tebuireng. (mra/ind/rsa)