Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Wamenkeu: Jangan Hanya Mengejar Opini

Jakarta, 01/02/2017 Kemenkeu - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo membuka secara resmi acara International Symposium on the Future for Indonesian Government Financial Reporting yang diselenggarakan di Aula Mezzanine, pada Selasa (31/01). Acara ini menghadirkan diskusi yang diikuti para pakar bertaraf internasional baik dari luar maupun dari dalam negeri dalam rangka mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang berkualitas, transparan, dan akuntabel.


Dalam sambutannya, Wamenkeu berharap laporan keuangan pemerintah dapat berperan lebih jauh dalam mensejahterakan masyarakat. Menurutnya, selama ini instansi baik Kementerian / Lembaga (K/L) maupun Pemerintah Daerah (Pemda) hanya lebih mengejar opini atas laporan keuangan.


“Padahal opini hanyalah suatu milestone, suatu minimum requirement, tetapi masalahnya tidak cukup hanya itu” ujarnya.


Dengan penerapan akuntansi berbasis akrual, Wamenku berpendapat, laporan keuangan lebih memilki informasi yang cukup untuk menjadi feedback penyusunan anggaran tahun berikutnya. Wamenkeu mencontohkan, dengan melihat neraca, masyarakat bisa tahu apakah belanja modal yang dilakukan outputnya sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat.


“Intinya laporan keuangan itu tidak hanya perfect dalam proses reporting, untuk jadi bagian dari accountability itu yes. Tapi setelah itu mestinya menjadi feedback untuk perencanaan anggaran berikutnya” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa setiap satu rupiah harus digunakan untuk pemenuhan kesejahteraan rakyat. Untuk itu, sebagaimana fokus pemerintah saat ini, belanja akan diarahkan untuk belanja infrastruktur dan belanja produktif lainnya bukan hanya belanja aparatur.


“APBN adalah instrumen untuk kesejahteraan rakyat, apakah mulai dari memperbaiki kemiskinan, pengangguran termasuk kesenjangan masyarakat” tegasnya. (lg/nr)