Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo mengunjungi Pondok Pesantren Tebuireng sekaligus memberikan kuliah umum mengenai 'Peran APBN dan Generasi Muda dalam Mewujudkan Tujuan Pembangunan' di Universitas Hasyim Asy’ari, Jombang, Jawa Timur pada Senin (30/05).

Wamenkeu: Menyejahterakan Indonesia Tidak Bisa Dengan APBN Saja

Jombang, 30/05/2018 Kemenkeu - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo mengunjungi Pondok Pesantren Tebuireng sekaligus memberikan kuliah umum di Universitas Hasyim Asy’ari di Jombang, Jawa Timur. Pada kuliah umumnya, ia menjelaskan kepada para mahasiswa mengenai 'Peran APBN dan Generasi Muda dalam Mewujudkan Tujuan Pembangunan'.

“Pembangunan harus Indonesia sentris. Seluruh jengkal Indonesia harus dibangun. Bidang Pendidikan, kesehatan, agama, budi pekerti harus dikembangkan,” ujarnya di Aula H. Bachir Achmad, Pondok Pesantren Tebuireng, Senin (28/05)

Lebih lanjut, Wamenkeu menjelaskan bahwa saat ini tantangan yang dihadapi oleh pemerintah antara lain tingkat kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan. Ia menyebutkan dengan anggaran yang telah dibelanjakan oleh pemerintah saat ini, hasil yang didapat dirasa belum maksimal.    

“Menyejahterakan rakyat Indonesia tidak bisa dengan APBN saja. Tapi seluruh komponen dari BUMN,  swasta, BUMD, swadaya masyarakat, termasuk pondok pesantren,” kata Wamenkeu kepada para mahasiswa yang hadir.

Wamenkeu menyebutkan, belanja APBN untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya menggunakan end to end perspective. Investasi manusia harus dimulai dari saat bayi berada di dalam kandungan. Pemerintah melalui belanja kesehatan diharapkan dapat memberikan jaminan gizi dan juga pelayanan kesehatan yang baik agar anak-anak dapat terhindar dari stunting.   

Setelah mendapat gizi dan kesehatan yang baik, diharapkan anak-anak dapat melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi dengan berbagai bentuk bantuan dari pemerintah, antara lain BOS, Bidik Misi, dan juga beasiswa LPDP. Selanjutnya, ketika memasuki masa produktif ia pun diharapkan mampu mendapatkan pekerjaan dan mampu membayar pajak sebagai bentuk kontribusi kepada negara. Terakhir, ketika memasuki masa tua pemerintah kembali hadir dengan memberikan jaminan hari tua.

“Semoga Pondok Pesantren Tebuireng dapat menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang dapat memberikan kontribusi terbaik bagi negeri ini,” pesannya. (mra/ind/rsa)