Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Wamenkeu Paparkan Reformasi Struktural dan Perkembangan Fiskal di PEMNA 2017

Nusa Dua, 08/05/2017 Kemenkeu - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo memaparkan perkembangan fiskal di Indonesia dan reformasi struktural yang telah dilakukan oleh pemerintah, pada PEMNA Plenary Conference 2017 di Bali, Senin (08/05). Wamenkeu menjelaskan, di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, Indonesia mampu meraih tingkat pertumbuhan sebesar 5 persen yang merupakan peningkatan pertama dalam lima tahun terakhir. "Perekonomian Indonesia telah berkembang rata-rata 5,6 persen dalam dekade terakhir, relatif lebih baik daripada banyak negara lainnya," jelasnya.


Namun demikian, Indonesia juga masih memiliki tantangan dalam hal ketimpangan yang ditunjukkan oleh gini ratio yang berada di angka 0,39 persen. Untuk itu, pemerintah berusaha untuk membuat kebijakan yang lebih inklusif. Sejak 2015, pemerintah telah mengeluarkan 14 paket kebijakan terkait regulasi dan insentif pajak, untuk meningkatkan kemampuan daya beli serta iklim investasi. Selain itu, reformasi subsidi yang telah dilakukan saat ini lebih efisien, karena difokuskan untuk masyarakat miskin.


"Pemerintah saat ini ingin lebih fokus pada inklusivitas. Kebijakan pajak dan belanja pemerintah digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan yang lebih merata dan mempersempit kesenjangan," ungkap Wamenkeu.


Tidak hanya itu, pemerintah juga fokus untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui pendidikan. Pemerintah menyediakan anggaran alokasi pendidikan melalui berbagai program antara lain Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk menyediakan infrastruktur serta kebutuhan sekolah, serta Kartu Indonesia Pintar (KIP) yaitu beasiswa bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Dengan kondisi demografi saat ini, di mana usia produktif lebih besar daripada non produktif, Indonesia memiliki kemampuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, apabila didukung dengan pendidikan dan keahlian yang baik. (mra/as)