Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo memberikan sambutan dalam acara World Plantation Conferences and Exhibition 2017 (WPLACE-2017) di Hotel Sahid Jakarta (18/10)

Wamenkeu: Perbaiki Struktur Ekonomi Pertanian dan Perkebunan

Jakarta, 19/10/2017 Kemenkeu - Pemerintah di bawah komando Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Yusuf Kalla berkomitmen dalam pemberdayaan dan keberpihakan pemerintah terhadap sektor perkebunan dan pertanian melalui program perubahan struktur ekonomi. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Mardiasmo dalam pidatonya di acara World Plantation Conferences and Exhibition 2017 (WPLACE-2017) di Hotel Sahid Jakarta, Rabu (18/10). 

“Perbaikan secara fundamental yang perlu kita perbaiki dan sustain berkelanjutan itu terutama bagaimana kita merubah struktur ekonominya,” jelas Wamenkeu.

Dari sisi tenaga kerja, ia menilai sektor pertanian, kehutanan, dan perkebunan terus mengalami penurunan dalam satu dekade terakhir ini sejak tahun 2006 sampai 2016.

“Dari tahun 2006 ke 2016, 10 tahun jumlah tenaga kerja di sektor pertanian termasuk perkebunan mengalami penurunan. Padahal kalau kita lihat ini justru yang harus kita kembangkan di dalam menumbuhkan keadilan dan (mengurangi) kesenjangan,” terang Wamenkeu.    

Menurutnya, potensi di sektor perkebunan dan pertanian Indonesia sangat besar mengingat Indonesia memiliki tanah yang subur, iklim yang mendukung bagi sektor perkebunan dan pertanian.

“Secara geografis, kita itu sebetulnya orang Jawa bilang “gemah ripah loh jinawi” dan tanahnya subur di Khatulistiwa. Itu menunjukkan bahwa sebetulnya kita mempunyai cuaca yang tropis dan tanah yang subur pada daratan seluas 1.9 juta kilometer persegi.  Potensi geografis Indonesia ini sangat mendukung dan menjadi modal besar bagi industri perkebunan ke depan,” terangnya.  

Wamenkeu mengajak partisipan untuk berfikir mengenai kebijakan subsidi sektor pertanian yang ternyata kurang berdampak positif bagi para petani.

“Bapak Presiden mengatakan subsidi pupuk yang sampai Rp30 triliunan itu jadi apa? Tidak kecil Pak, subsidi pupuk itu. Belum benih, belum yang lain. Rp30 triliun, salah apanya?,” tutup Wamenkeu. (bit/nr)