Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Wamenkeu: Perkuat Sinergi dan Berikan Perspektif Solusi untuk Pelayanan yang Lebih Baik

Jakarta, 27/10/2021 Kemenkeu – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menekankan pentingnya sinergi untuk memberikan perspektif solusi sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh stakeholders Kementerian Keuangan.

“Pimpinan Kementerian Keuangan sangat mendalam memikirkan sinergi. Ini perlu kita dorong terus dan kita pastikan makin banyak isu yang kita hadapi, makin banyak connecting yang perlu kita lakukan,” kata Wamenkeu secara daring dalam acara Roemah Inspirasi (Roempi) Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), Rabu (27/10).

Dalam arahannya, Wamenkeu menjelaskan DJA perlu memberikan perspektif solusi ketika melakukan bersinergi dengan Unit Eselon 1, kementerian lembaga, dan pemangku kepentingan.

“Tentu solusi yang di dalam koridor peraturan perundang-undangan yang ada dan kalau diperlukan perubahan peraturan yang berlaku, dilakukan dengan sangat sangat rapi. Tapi perspektif paling utama adalah solusi,” ujar Wamenkeu.

Sebagai contoh, pemerintah mengajukan Perppu I Tahun 2020 ketika Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. APBN memberikan solusi atas kondisi pandemi Covid-19 yang dialami Indonesia selama 1,5 tahun terakhir.

“APBN harus berdiri di depan karena konsumsi akan turun, investasi akan turun, ekspor impor akan turun, maka APBN menjadi solusi. Ketika APBN menjadi solusi, ada konteks peraturan perundang-undangan. Konteks peraturan perundang-undangannya kita dudukan dengan baik dan kita solusikan sehingga bisa diterima dengan baik oleh pimpinan negara dan juga pimpinan DPR sehingga bisa disetujui,” kata Wamenkeu.

Penguatan sinergi tak lepas dari nilai Kementerian Keuangan yang lain yaitu pelayanan. Pelayanan bukan saja kepada internal Kementerian Keuangan, tetapi pelayanan dan sinergi untuk mendukung pekerjaan dari kementerian lembaga sehingga sesuai dengan kaidah keuangan negara dan anggaran APBN.

“Coba dipikirkan bagaimana di dalam ruang kerja yang baru, lalu kemudian perspektifnya adalah perspektif pelayanan, perspektif solusi, yang sebenarnya sudah ada di dalam nilai Kementerian Keuangan. Bagaimana kita melayani, tapi dengan solusi yang tetap membuat sehingga administrasi keuangan negara, perencanaan keuangan negara tetap dalam koridor yang baik,” ujar Wamenkeu.

Harapannya, dengan terus memperkuat pemikiran dalam perspektif solusi melalui sinergi dan pelayanan, Kementerian Keuangan dapat menggiring keuangan negara menuju agenda-agenda ke depan.

“Terus kita lakukan yang terbaik bagi bangsa dan negara kita, bagi rakyat kita, bagi Indonesia tercinta. Kita kerja keras, kita kerja cerdas, dan kita kerja ikhlas,” kata Wamenkeu. (dep/mr/hpy)