Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Wamenkeu Resmikan KPPN Khusus Penerimaan dan Investasi

Jakarta, 10/02/2016 Kemenkeu – Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo meresmikan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Khusus Penerimaan dan KPPN Khusus Investasi pada Rabu (10/2) di Kantor Pusat Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan, Jakarta.


Peresmian kedua KPPN khusus ini diharapkan mampu membawa dampak positif yang nyata bagi pengelolaan penerimaan dan investasi pemerintah serta mendukung modernisasi tata kelola keuangan pemerintah dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada tahun 2016 ini.

Ditjen Perbendaharaan dalam keterangan resminya mengungkapkan, KPPN Khusus Penerimaan yang dibentuk pada 1 Oktober 2014 ini merupakan kantor layanan yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada para wajib pajak/wajib bayar/wajib setor melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan, yaitu biller, Bank/Pos Persepsi, dan internal Ditjen Perbendaharaan.

Sejak beroperasi pada 1 Oktober 2014, KPPN Khusus Penerimaan telah menangani 12.146.862 handling transaksi penerimaan negara dengan nilai rupiah yang tercatat sebesar Rp585.097.738.054.036 dan nilai dolar AS sebesar 4.021.061.340,65 dolar AS (data per 9 Februari 2016), yang terdiri atas berbagai jenis penerimaan pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Handling tersebut bersumber dari transaksi penerimaan melalui Modul Penerimaan Negara (MPN) G-2 dan MPN G-1, bermitra dengan 67 bank/pos persepsi.

Sementara itu, KPPN Khusus Investasi yang dibentuk pada 1 Januari 2015 adalah unit layanan yang melaksanakan tugas penatausahaan naskah perjanjian investasi, penyaluran dana investasi pemerintah, penghitungan, penagihan, dan penerbitan perintah membayar investasi pemerintah, penerusan pinjaman, kredit program, dan investasi pemerintah lainnya.

Hingga 6 Februari 2016, investasi pemerintah yang penyaluran dan penatausahaannya menjadi tanggung jawab KPPN Khusus Investasi mencapai Rp97.503 triliun. Investasi tersebut terbagi atas penyaluran investasi kepada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebesar Rp15,6 triliun; penyaluran penerusan pinjaman 2015 Rp3,3 triliun; hak tagih Rp72 triliun; penerimaan cicilan pokok dan bunga 2015 Rp6.2 triliun, serta penyaluran subsidi bunga kredit program Rp403,4 miliar.   

Sebagai informasi, KPPN Khusus Penerimaan dan KPPN Khusus Investasi bertempat di Gedung Prijadi Praptosuhardjo III Lantai II, Jalan Wahidin II Jakarta Pusat.(nv)