Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Wamenkeu: Tak Cukup Bila Andalkan APBN dan APBD

Yogyakarta, 31/01/2018 Kemenkeu - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo mengungkapkan perlunya sinergi antar pemangku kepentingan untuk mengakselerasi pembangunan di daerah, selain dapat melalui skema pembiayaan inovatif. Hal tersebut disampaikan pada acara Musyarawah Perencanaan Pembangunan Daerah dalam rangka Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta (Musrenbang RPJMD DIY) Tahun 2017-2022 di Hotel Grand Inna Malioboro Yogyakarta, pada Rabu (31/01).

"Supaya lebih efektif, kita perlu kolaborasi tidak hanya fokus dari APBN dan APBD tetapi diharapkan juga (berkolaborasi) dengan para stakeholders di daerah sehingga Musrenbang Nasional dapat in line dengan Musrenbang Daerah. Dengan dukungan seluruh stakeholders di daerah," jelas Wamenkeu.

Lebih lanjut, Wamenkeu menegaskan pentingnya upaya kreatif untuk menggali sumber-sumber pembiayaan pembangunan di daerah. Hal ini penting untuk mendorong percepatan pembangunan daerah demi terciptanya kesejahteraan masyarakat.

"Uang yang beredar di DIY jauh lebih besar dibandingkan dengan APBD DIY sendiri. Ada dana UKM, ada swasta, ada pinjaman luar negeri, ini harus kompak. Jangan mengandalkan APBN dan APBD saja untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia karena tidak akan cukup," tegasnya. (ip/ind/ik)