Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Wamenkeu Tingkatkan Literasi Investasi untuk Bangkitkan Ekonomi

Jakarta, 19/10/2020 Kemenkeu – Pembangunan nasional mendapat tantangan dengan adanya pandemi Covid-19. Maka, pemerintah merespon cepat dengan mengeluarkan seperangkat kebijakan untuk mengatasi pandemi ini sekaligus mempercepat pemulihan ekonominya. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyebut bahwa dengan kondisi belanja negara saat ini yang meningkat sementara penerimaan negara sedang mengalami tekanan, maka ada sejumlah perubahan kebijakan pada defisit APBN yang harus dilakukan pemerintah untuk membiayai penanganan pandemi, juga upaya untuk terus melanjutkan prioritas pembangunan pemerintah.

Hal ini disampaikannya pada acara Webinar Talkshow dengan tema “Giatkan Literasi Investasi, Bangkitkan Ekonomi Negeri” secara virtual pada Sabtu (17/10).

Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu kunci untuk menghindari middle income trap adalah dengan investasi. Investasi pada produk keuangan yang dilakukan oleh masyarakat pada tataran individu adalah suatu hal yang baik dan perlu untuk terus digalakkan pemahaman mengenai hal tersebut. Sementara itu, Wamenkeu juga mengatakan bahwa pemerintah menyediakan produk investasi yang terjamin dan bisa dibeli oleh masyarakat Indonesia.

"Pemerintah sebagai pihak yang hadir di tengah-tengah perekonomian, itu juga termasuk yang melakukan kegiatan pembiayaan dan menyediakan produk-produk untuk investasi. Kita berharap produk-produk investasi yang diterbitkan oleh pemerintah itu dibeli oleh penduduk kita sendiri," ujar Wamenkeu.

Wamenkeu menjelaskan bahwa definisi penduduk Indonesia adalah orang-orang yang tinggal, bekerja, dan yang menikmati semua fasilitas dan kekayaan di Indonesia. Dengan adanya investasi keuangan yang dilakukan oleh penduduk Indonesia, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk berinvestasi. Di sisi lain negara mendapat kesempatan untuk membangun lebih cepat.

Produk investasi yang bisa digunakan oleh masyarakat adalah Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Wamenkeu mengatakan bahwa ORI memang didesain untuk lebih menarik partisipasi serta minat masyarakat dalam membelinya. Tujuan penerbitan ORI lainnya adalah untuk membiayai anggaran negara, diversifikasi sumber pembiayaan, mengelola portofolio utang negara dan memperluas basis investor. (nug/hpy/nr)