Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Wamenkeu Ungkap Karakteristik Pemimpin Masa Depan yang Tangguh

Jakarta, 24/09/2021 Kemenkeu - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan bahwa para mahasiswa baru Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN) adalah para calon pemimpin masa depan yang tangguh. Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan pada acara Seremoni Penutupan Studi Perdana Memasuki Kampus (Dinamika) PKN STAN yang diselenggarakan secara virtual pada Kamis (23/09).

"Anda menjadi mahasiswa PKN STAN, dan kami yakin bahwa Anda adalah future leader dari Indonesia. Kalau Anda lihat resilient future leader itu tidak dibilang sebagai resilient future leader-nya PKN STAN, tidak dibilang sebagai resilient future leader dari Kementerian Keuangan, tapi Anda adalah resilient future leader dari Indonesia," ucap Wamenkeu.

Wamenkeu memberikan apresiasi kepada para mahasiswa baru maupun mahasiswa tugas belajar yang tahun ini berkesempatan menimba ilmu di PKN STAN. Namun, Wamenkeu juga mengingatkan bahwa mereka mempunyai tanggung jawab.

"Tentu, tanggung jawab anda sebagai mahasiswa yang telah diterima di PKN STAN adalah benar-benar mengasah diri untuk menjadi punggawa penjaga keuangan negara. Anda memutuskan melamar menjadi mahasiswa PKN STAN itu artinya sama dengan anda telah memutuskan anda akan menjaga keuangan negara," terang Wamenkeu.

Wamenkeu menekankan bahwa tanggung jawab sebagai punggawa keuangan negara yang kelak akan mereka emban itu juga bukan tanggung jawab yang mudah. Untuk mengemban tanggung jawab itu, dibutuhkan berbagai macam karakter kuat yang harus mulai dibangun pada diri masing-masing para mahasiswa baru tersebut mulai saat ini melalui internalisasi nilai-nilai Kementerian Keuangan.

"Ada lima yang diperlukan. Nomor satu adalah integritas. Integritas yang artinya bahwa anda itu memiliki kejujuran. Suatu sifat yang bertanggung jawab. Suatu sikap yang benar-benar mengedepankan nilai dari kesatuan pemikiran dan tindakan," jelas Wamenkeu. 

Nilai yang kedua yang disebut Wamenkeu adalah profesional. Profesional artinya adalah melakukan suatu pekerjaan dengan betul dan sesuai kaidah profesi pekerjaan tersebut secara baik.

"Yang ketiga adalah sinergi. Tidak mungkin kita melakukan mengelola keuangan negara dengan baik kalau kita berpikir bahwa saya bisa melakukan ini sendiri. Negeri kita ini terlalu besar untuk diurus hanya sendirian. Keuangan negara itu terlampau kompleks untuk hanya diurus sendirian. Harus ada sinergi," lanjut Wamenkeu.

Selanjutnya, nilai yang keempat adalah pelayanan. Wamenkeu menekankan bahwa ketika para mahasiswa baru ini melamar dan lalu diterima di PKN STAN maka mereka harus siap untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Integritas yang Anda miliki, profesionalisme yang Anda miliki, dan keinginan untuk melakukan sinergi itu diarahkan untuk melakukan pelayanan. Pelayanan kepada siapa? Pelayanan untuk rakyat yang tadi telah menitipkan uangnya kepada negara menjadi uang negara," tegasnya.

Terakhir, nilai Kementerian Keuangan yang disebut Wamenkeu adalah kesempurnaan. Seluruh upaya yang tadi dilakukan dengan cara yang penuh integritas, sangat profesional, diupayakan untuk selalu sinergi untuk melayani masyarakat, itu diarahkan kepada kesempurnaan. 

"Sehingga lima hal ini yaitu integritas, profesionalisme, sinergi, pelayanan, dan kesempurnaan Saya ingin Anda betul-betul pahami. Hari-hari pertama ini Anda dengar, dengan Anda belajar Anda pikirkan Anda refleksikan, dan pada saatnya jika nanti Anda menjadi aparatur sipil negara kelima hal itu sudah mendarah daging," katanya.

Wamenkeu meminta kepada seluruh civitas akademika PKN STAN untuk menjalankan pendidikan di PKN STAN bukan hanya meningkatkan kemampuan pengetahuan, tetapi juga mengasah karakter yang mencerminkan kelima nilai tadi. Hal ini tidak terlepas dari tantangan pelaksanaan tugas yang semakin kompleks kedepannnya nanti.

"Saya juga ingin menitipkan kepada seluruh manajemen dan tenaga pendidik civitas akademika PKN STAN, saya titipkan mahasiswa PKN STAN angkatan 2021 yang merupakan aset bangsa ini kepada Ibu/Bapak sekalian. Tolong dibentuk menjadi generasi penerus pengelola, penjaga, dan punggawa keuangan negara yang mampu menjawab tantangan masa depan mewujudkan cita-cita kemerdekaan dari para pendiri bangsa ini," tutup Wamenkeu. (nug/mr/hpy)