Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Wapres: Kebijakan BI Rate, Antisipasi Pengurangan Stimulus AS

Jakarta, 26/11/2013 MoF (Fiscal) News – Wakil Presiden Boediono menyebutkan bahwa Indonesia tidak dapat seterusnya terlena dengan pembiayaan murah (easy money), suku bunga rendah, dan mengalirnya modal asing ke dalam negeri. Sehingga ia menilai bahwa kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI rate) adalah baik untuk dilakukan. Ini untuk mengantisipasi dampak pengurangan stimulus moneter (tapering off quantitative easing) oleh Bank Sentral Amerika Serikat The Fed.

"Kebijakan di bidang pembiayaan harus kami manage sebaik mungkin (melalui penaikan BI rate) dan kami lakukan secara bertahap, serta gradual, supaya nantinya saat kebijakan moneter AS diterapkan kita sudah siap, tidak takut. Kalau dibiarkan hidup dalam rezim easy money tadi bisa membuat kami kaget, maka harus ada penyesuaian," jelasnya di Hotel Gran Melia, Jakarta, Senin (25/11).

Menurut Wapres, tapering off berpotensi dilakukan Bank Sentral AS pada rentang waktu awal hingga pertengahan 2014. Oleh sebab itu, dia berharap kebijakan BI rate tersebut dapat dimaklumi, khususnya untuk sektor riil, di mana dirasa memberatkan. "Saya yakin sewaktu-waktu pada awal atau pertengahan 2014 akan ada perubahan mendasar moneter dari AS. Mereka akan mengetatkan dolar yang berdampak pada kita," katanya. (ak)