Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Wapres: Keuangan Inklusif Dorong Ekonomi RI Tumbuh Lebih Tinggi

Jakarta, 03/05/2016 Kemenkeu - Selain pembangunan infrastruktur, perbaikan sistem keuangan juga diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, keuangan inklusif menjadi program utama pemerintah pada tahun-tahun mendatang.

“Itu bagian dari seluruh policy yang akan kami jalankan,” jelas Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membuka The 55th ACI-Financial Market Association World Congress 2016 di Jakarta pada Jumat (29/4) sebagaimana dikutip dari laman Wapresri.

Sebagaimana diketahui, kondisi perekonomian global dewasa ini belum sebaik yang diharapkan. Amerika Serikat, misalnya, pertumbuhan ekonominya masih berada di bawah  satu persen. Demikian halnya dengan perekonomian Eropa dan Asia, yang juga masih mengalami masalah.

Perekonomian Indonesia sendiri tumbuh moderat di kisaran lima persen, dan masih berpotensi tumbuh lebih tinggi lagi. Selain sumber daya alam yang melimpah, Indonesia juga mempunyai sumber daya manusia yang kuat. Dengan penduduk 250 juta orang, menurutnya, Indonesia bisa menjadi pasar sekaligus tempat produksi yang baik di kawasan Asia. “Yang penting Indonesia menginginkan suatu stabilitas agar ekonominya dapat tumbuh dalam batas-batas yang baik,” katanya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo meyakini, perekonomian Indonesia dapat tumbuh hingga enam persen, jika dapat menjawab tiga tantangan mendasar dalam perekonomian. “Pertama, bagaimana memperkuat ketahanan pangan dan energy; kedua, bagaimana memperkuat keandalan daya saing industri nasional dan ketiga, bagaimana memperkuat peran sektor keuangan sebagai basis pembiayaan ekonomi,” ujarnya.(nv)