Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Wapres: RI Siap Hadapi Berlanjutnya Ketidakpastian Global

Jakarta, 28/02/2013 MoF (Fiscal) News - Wakil Presiden Boediono merasa optimistis atas kesiapan Indonesia menghadapi situasi ekonomi global yang hingga saat ini masih belum menentu. Hal tesebut disampaikan Wapres saat membuka secara resmi The Economist Conferences Indonesia Summit 2013, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (28/2). Indonesia, lanjut Wapres, berhasil keluar dari krisis 2008 nyaris tanpa masalah dan kini institusi-institusi keuangan Indonesia berada pada posisi yang kuat dan mampu menangani potensi guncangan. Selain itu, cadangan devisa Indonesia pun cukup besar.

Wapres dalam pidato sambutannya menilai, Indonesia merupakan satu dari sedikit tempat yang hangat di dunia dalam iklim ekonomi dunia yang cenderung membeku. “Jumlah cadangan devisa kita jauh lebih besar dari situasi krisis 2008 lalu, saat saya jadi Gubernur BI, saat itu cadangan devisa kita hanya mencapai separuh dari jumlah yang kita miliki sekarang,” kata Boediono.

Ekonomi Indonesia, lanjutnya, berpijak pada dua kaki stabilitas, yakni politik dan makro ekonomi. Indonesia beruntung untuk diberkati dengan sumber daya yang melimpah. Hal ini masih ditambah dengan konsumsi domestik yang tinggi, yang menjadi bagian dari 60 persen ekonomi yang terus berkembang, dengan didukung oleh kelas menengah dan populasi muda.

Wapres mengakui, pasca krisis 2008, pertumbuhan Indonesia sempat melambat namun saat ini sudah kembali terkejar di atas 6 persen dengan angka pengangguran dan kemiskinan yang semakin menurun. Selama periode itu, kestabilan ekonomi dan politik dapat dijaga. “Dalam bidang manajemen makro-ekonomi, Indonesia telah belajar dari kesalahannya dan kesalahan orang lain bahwa bertindak hati-hati (prudence) selalu memberi hasil,” kata Wapres. Menurut Boediono, Indonesia telah memperoleh banyak pengalaman berharga setelah melalui krisis ekonomi 1997-1998 dan krisis 2008 yang lalu.

Sebagai informasi, hadir dalam acara ini yakni Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Chatib Basri, serta pembicara dari Telkom Indonesia, PLN, Honeywell Indonesia, Google Inc., Southeast Asia dan International Monetary Fund. (ak)