Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

WP dalam Tahap Investasi Bebas Pemotongan/Pemungutan PPh

 

Jakarta, 24/01/2011 MoF (Fiscal) News - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengeluarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor : PER-1/PJ/2011, yang mulai berlaku pada tanggal 1 Februari 2011. Dalam peraturan tersebut disebutkan bagi Wajib Pajak (WP) yang dalam tahun pajak berjalan dapat membuktikan tidak akan terutang Pajak Penghasilan (PPh) karena mengalami kerugian fiksal, dalam hal WP tersebut baru berdiri dan masih dalam tahap investasi, dapat dibebaskan dari pemotongan dan/atau pemungutan PPh oleh pihak lain. Demikian disampaikan Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas DJP M. Iqbal Alamsjah dalam siaran persnya, Senin (24/01).

Dalam PerDirjen ini juga disebutkan tiga kondisi WP yang dapat mengajukan permohonan pembebasan pemotongan dan/atau pemungutan PPh oleh pihak lain ke DJP, yaitu WP yang dalam tahun pajak berjalan dapat membuktikan tidak akan terutang PPh karena beberapa hal.  Pertama, mengalami kerugian fiskal, karena WP belum sampai pada tahap produksi komersial atau WP mengalami suatu peristiwa yang berada di luar kemampuan (force majeur). Kedua, berhak melakukan kompensasi kerugian fiskal, yaitu dengan memperhitungkan besarnya kerugian tahun-tahun pajak sebelumnya yang masih dapat dikompensasikan yang tercantum dalam Surat Pemberitahuan Tahunan PPh atau surat ketetapan pajak, dan terakhir PPh yang telah dan akan dibayar lebih besar dari PPh yang akan terutang.

PerDirjen ini merupakan pelaksanaan Pasal 21 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010 tentang Perhitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan Dalam Tahun Berjalan, yang baru saja diterbitkan oleh Pemerintah. (sel)