Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Aksi penggunaan tumbler pada MOFEST di Pontianak, sebagai pengurangan penggunaan sampah plastik
Judul : Siaran Pers : Kemenkeu Ajak Pemuda Pemudi Pontianak Kurangi Sampah Plastik
Tanggal : 03/08/2019 14:00:19
Kontak :

Kemenkeu Ajak Pemuda Pemudi Pontianak Kurangi Sampah Plastik

Pontianak, 3 Agustus 2019 – Setelah Pekanbaru, Pontianak menjadi kota kedua dari rangkaian kegiatan Ministry of Finance Festival (MOFEST) 2019. Mengusung tema Future of Today atau Masa Depan, MOFEST Pontianak diharapkan dapat mengedukasi masyarakat akan permasalahan dan dampak sampah kantong plastik serta mengajak generasi muda untuk ikut mengkampanyekan peduli lingkungan melalui MOFEST-Talk dan MOFEST-Expo.

Rencana pemerintah dalam menerapkan cukai terhadap kantong plastik menjadi pembahasan seru pada MOFEST Pontianak. Saat ini, beberapa retailer dan pemerintah daerah telah menetapkan pungutan terhadap kantong plastik. Akan tetapi, belum terlihat dampak signifikan pungutan tersebut terhadap lingkungan maupun konteks keuangan lain. Oleh karena itu, pengenaan cukai dinilai akan lebih tepat karena bersifat nasional, dan memiliki pertanggungjawaban yang lebih jelas ke APBN.

Pengenaan cukai diharapkan dapat mengurangi sampah kantong plastik. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sampah plastik telah menyumbang sekitar 16 persen total timbunan sampah di Indonesia. Dari 16 persen tersebut, 62 persen berupa sampah kantong plastik.

Terdapat dua kebutuhan mendesak dalam penerapan tarif cukai terhadap kantong plastik. Pertama, kantong plastik belum menjadi pilihan industri untuk didaur ulang. Kedua, manajemen pengenaan cukai yang lebih efektif. Penerapan cukai kantong plastik sendiri direncanakan akan mengaplikasikan skema progresif. Pada tahap tertentu, untuk kantong plastik yang masuk dalam definisi sangat ramah lingkungan, pemerintah akan memberikan pembebasan atau nol persen. Sementara jenis yang sangat tidak ramah lingkungan akan diberikan tarif tinggi atau 100 persen.

Pemerintah juga tengah menyiapkan beberapa langkah lain untuk memaksimalkan produksi kantong plastik ramah lingkungan. Salah satunya memberikan insentif produksi berupa pembebasan pajak terhadap impor barang modal atau mesin yang diperuntukkan produksi kantong plastik ramah lingkungan.

Terdapat 3 sesi pada kegiatan MOFEST-Talk dengan tema:

  1. Future of Today, membahas kebijakan APBN terkini yang adaptif dalam menghadapi persaingan global dan revolusi industry 4.0 dengan menghadirkan pembicara Co Founder of Lifepal & Forbes 2016 30 Under 30 Asia Consumer Tech, Benny Fajarai serta Ekonom Muda Kemenkeu, Adelia Pratiwi;

  2. Tackling Plastic Pollutions, bersama pembicara Arsitek dan Pelaku Hidup Minim Sampah, Astri Puji Lestari dan Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai, Ditjen Bea dan Cukai, Nirwala Dwi Heryanto memberikan tips gaya hidup sehat dan ramah lingkungan terutama terhadap sampah plastik;

  3. Never Too Young to Become a Billionaire, sarana pemberi inspirasi bagi pemuda Pontianak untuk membangun bisnis yang mendunia serta memperoleh kesuksesan dengan mengundang Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Barat, Edward Nainggolan dan Ikon Pengusaha Muda dan Founder Men’s Republic, Yasa Singgih sebagai pembicara.

Tiga start up Pontianak yang telah mendunia yaitu Angkuts, MyAgro dan Borneo Skycam turut memeriahkan MOEFST-Expo. Selain itu MOFEST-Expo juga menghadirkan Mata Garuda LPDP, dan jajaran kantor vertikal Kemenkeu di Pontianak.

***

Nufransa Wira Sakti
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi
Kementerian Keuangan
  • Siaran Pers Kemenkeu Ajak Pemuda Pemudi Pontianak Kurangi Sampah Plastik Unduh