Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Judul : Siaran Pers Persiapan Penyelenggaraan Annual Meetings (AM) IMF-WBG 2018 Pelaksanaan AM 2018 125 Hari Lagi, Seluruh Persiapan Berjalan Lancar
Tanggal : 04/06/2018 17:03:55
Kontak : Kementerian Keuangan, Gedung Djuanda I Lantai 6, Jakarta Pusat Telpon (021) 3502331, www.am2018bali.go.id

SIARAN PERS

Persiapan Penyelenggaraan Annual Meetings (AM) IMF-WBG 2018
Pelaksanaan AM 2018 125 Hari Lagi, Seluruh Persiapan Berjalan Lancar

 

Jakarta, 4 Juni 2018 – Persiapan penyelenggaraan Annual Meetings International Monetary Fund World Bank Group (AM IMF-WBG) 2018 pada tanggal 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali  berjalan sesuai dengan target yang disepakati antara Panitia Nasional (PanNas) dan pihak IMF-WB, antara lain:

  1. Perkembangan persiapan AM 2018, sampai dengan akhir Mei 2018 telah mencapai 77%, yang berarti on track (sesuai dengan Key-Task-Events). Pada akhir bulan Juli 2018, progress persiapan ditargetkan akan mencapai 85%, sedangkan sisanya 15% (sesuai rencana) diharapkan selesai di Bulan September 2018;
  2. Pembahasan persiapan tersebut, di tingkat teknis secara rutin dilakukan antara PanNas dengan Meeting Team Secretariat (MTS) IMF-WBG, di mana selama tahun 2018 ini dilakukan 4 kali pembahasan teknis: January-Mission (29 Januari - 8 Februari, di Bali), Spring Meetings
    (16 – 24 April, di Washington DC), May-Mission (7 – 16 Mei, di Bali) dan July-Mission
    (23 Juli – 4 Agustus 2018 di Bali).

Pada May-Mission telah dibahas 22 area teknis meliputi: security, transportation, medical, IT/AV, local staff, Host Country Events (Indonesia Pavilion, Cultural Performance, Food Festival), ASEAN Leaders gathering, VVIP protocol, imigrasi (visa), shipping, space plan, office arrangement, hospitality events, official website, AM Plenary, dan lain-lain.

Hasil pembahasan teknis tersebut (status terakhir pada May-Mission) dan berbagai perkembangan atas persiapan penyelenggaraan AM IMF-WBG 2018, dilaporkan pada Rapat Koordinasi (Rakor) PanNas yang diselenggarakan di Kementerian Keuangan pada hari ini,
Senin 4 Juni 2018. Rakor ini dipimpin oleh Menko Bidang Kemaritiman selaku Ketua dan didampingi Menteri Keuangan bersama Gubernur BI selaku Wakil Ketua PanNas, bersama para Menteri dan Pimpinan Lembaga beserta Pemda terkait.

Rakor ini bertujuan untuk membahas perkembangan persiapan menuju 125 hari penyelenggaran AM IMF-WBG 2018 pada 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua Bali, dan membahas progress persiapan dari  4 Bidang di Panitia Nasional (1) Bidang Penyelenggaraan Acara;
(2) Bidang Komunikasi dan Media; (3) Bidang Parallel Events; serta (4) Bidang Pengamanan. Rakor juga membahas berbagai kemajuan persiapan penyelenggaraan acara, koordinasi dan sinergi antar Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, dan BUMN. Hasil keputusan pada Rakor PanNas ini akan dilaporkan pada Rapat Kabinet Terbatas mengenai perkembangan persiapan atas penyelenggaraan AM IMF-WBG 2018.

Terkait dengan topik dan substansi pembahasan pada acara AM IMF-WBG 2018, PanNas berkoordinasi dengan IMF dan WBG memasukkan sejumlah isu yang terkait dengan kepentingan Indonesia untuk menjadi agenda dalam pertemuan. Upaya ini untuk memaksimalkan manfaat yang diperoleh Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan terbesar di bidang ekonomi dan keuangan tersebut. Isu utama yang akan diangkat dan telah disosialisasikan melalui rangkaian kegiatan Voyage to Indonesia (VTI) dalam rangka menunjukkan Indonesia sebagai reformed, resilient, progressive and pro-job economy, serta untuk membahas beberapa topik strategis seperti: i) digital economy; ii) urbanisation; iii) human capital; dan iv) dialogue on disaster risk finance and insurance. Selain itu, juga diusulkan untuk mengangkat isu-isu lain yang terkait dengan: Climate Change, Financial Deepening, Sharia Economy/Finance, Bio Fuel, Marine Debris dan beberapa isu lainnya.

Salah satu agenda yang akan diselenggarakan dalam AM IMF-WBG 2018 adalah ASEAN Leaders Gathering (ALG) yang mengundang para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Presiden World Bank, dan Managing Director IMF. Kehadiran para pemimpin ASEAN ini menunjukkan dukungan yang solid dari ASEAN kepada Indonesia sebagai tuan rumah AM 2018. Pembahasan  di dalam ALG akan mengangkat pula isu-isu prioritas ASEAN, antara lain menjaga stabilitas ekonomi regional dan global, investasi pada SDM, dan perkembangan ekonomi digital. Berbagai isu tersebut sangat relevan dengan agenda dan kepentingan nasional Indonesia, dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui reformasi struktural yang menyeluruh guna mengatasi tantangan global, regional dan domestik.

Pembahasan topik-topik ini pada AM IMF-WBG 2018 merupakan salah satu bentuk showcasing kita kepada dunia bahwa Indonesia telah melakukan reformasi dan memiliki pondasi ekonomi yang kuat, serta diharapkan dapat memberikan pengalaman untuk melangkah lebih maju dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera. Panitia Nasional berharap showcase ini dapat meningkatkan kepercayaan dunia internasional bahwa Indonesia adalah negara yang berkomitmen kuat untuk mewujudkan masyarakat dunia yang adil, makmur, damai dan sejahtera. Dengan demikian, diharapkan Indonesia menjadi tujuan investasi dan menjadi mitra kerjasama perdagangan, sehingga akan mampu memperbesar manfaat ekonomi bagi Indonesia.

Khusus untuk digital economy, Menteri Komunikasi dan Informatika mengutarakan showcase ekonomi digital bertujuan membentuk Next Indonesia Unicorn. Hal ini sesuai dengan misi jangka panjang Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia. Indonesia saat ini telah memiliki empat unicorn (start-up digital yang bernilai lebih dari USD1 miliar), yaitu      Go-Jek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak. Di sisi lain, Menteri Pariwisata menyatakan AM IMF-WBG 2018  di Bali sebagai kegiatan strategis untuk memperkenalkan dan mempromosikan destinasi wisata Bali dan beyond kepada delegasi. Kementerian Pariwisata telah menyiapkan 60+ paket wisata unggulan di 7 destinasi utama yaitu Bali, Lombok, Yogyakarta, Banyuwangi, Toba, Tana Toraja, dan Labuan Bajo, serta siap menangkap peluang promosi pariwisata di segmen Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE). Diharapkan paket-paket wisata ini akan menarik para peserta beserta keluarga, untuk dapat datang lebih awal dan tinggal lebih lama di Indonesia untuk menjelajah wisata Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman selaku Ketua PanNas AM IMF-WBG 2018  kembali menegaskan bahwa pembiayaan event ini dilaksanakan dengan menjaga prinsip good governance, efisiensi, tepat guna dan mengikuti standar pelaksanaan penyelenggaraan event internasional, serta memenuhi persyaratan IMF - WB. Ketua PanNas juga menegaskan bahwa salah satu tujuan penting penyelenggaraan AM IMF WBG di Indonesia adalah untuk menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu destinasi MICE tingkat dunia. Ditekankan pula bahwa seluruh akomodasi dan konsumsi ditanggung sendiri oleh peserta, IMF dan WBG. Dengan demikian, penyelenggaraan AM IMF-WBG 2018 diharapkan mampu meningkatkan devisa negara dan menggerakkan perekonomian Bali dan Indonesia pada umumnya.

  • Siaran Pers Persiapan Penyelenggaraan Annual Meetings (AM) IMF-WBG 2018 Unduh