Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN


FAQ Rekrutmen Kementerian Keuangan 2018

Untuk perkembangan terkini #CPNSKemenkeu2018 Kunjungi: www.rekrutmen.kemenkeu.go.id

1. Kapan pendaftaran CPNS akan dimulai?

Pengumuman Awal berisi informasi mengenai lowongan penerimaan CPNS dimulai tanggal 19 September 2018, kemudian Pendaftaran dilaksanakan secara online melalui laman: http://sscn.bkn.go.id/ mulai tanggal 26 September 2018 s.d. 10 Oktober 2018 dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) / NIK pada Kartu Keluarga (KK) dan Nomor KK / NIK Kepala Keluarga.

2. Untuk tahun 2018, berapa jumlah formasi yang di butuhkan?

Sebanyak 597 formasi.

3. Lulusan apa saja yang dibutuhkan? Dan berapa jumlahnya?

Dibutuhkan lulusan Diploma III sebanyak 217 formasi, lulusan Sarjana (S1) sebanyak 376 formasi dan Magister (S2) sebanyak 4 formasi.

4. Jabatan apa saja yang dibutuhkan?

Terdapat sebanyak 15 nama jabatan, yaitu:
Lulusan D III:
Pengelola Keuangan, Pengelola Administrasi Pemerintahan, Pengelola Data, Pengelola Laboratorium, Pengelola Teknologi Informasi, Teknisi Laboratorium, Operator Komputer Grafis.
Lulusan Sarjana (S1):
Analis Hukum, Analis Kerjasama, Analis Keuangan, Analis Pendidikan, Analis Publikasi, Analis Sistem Informasi, Pengawas Perpustakaan, Analis Sumber Daya Manusia Aparatur.
Lulusan Magister (S2):
Analis Sumber Daya Manusia Aparatur

5. Jika diterima, akan ditempatkan di mana?

Pada Rekrutmen CPNS Kemenkeu tahun 2018, pada saat Pendaftaran pelamar dapat memilih unit penempatan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) atau Non DJBC. Non DJBC meliputi:
1. Sekretariat Jenderal (SETJEN);
2. Direktorat Jenderal Pajak (DJP);
3. Direktorat Jenderal Anggaran (DJA);
4. Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPBN);
5. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN);
6. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK);
7. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR);
8. Badan Kebijakan Fiskal (BKF);
9. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK).

6. Apa perbedaan jenis Formasi Umum dan Formasi Khusus?

Formasi CPNS sebanyak 597 Formasi, terdiri dari 2 jenis formasi, yaitu formasi Umum dan Formasi Khusus.

Formasi Umum adalah  formasi lowongan CPNS yang terbuka untuk umum yang merupakan pelamar lulusan Perguruan Tinggi yang memenuhi kualifikasi pendidikan dan persyaratan yang dicantumkan dalam pengumuman.

Formasi Khusus adalah formasi lowongan CPNS yang merupakan pelamar lulusan Perguruan Tinggi yang memenuhi kualifikasi pendidikan dan persyaratan dalam pengumuman, dan memiliki kriteria khusus/ keadaan tertentu yaitu: lulusan Sarjana berpredikat Cumlaude, penyandang Disabilitas dan Putra Putri Papua dan Papua Barat (putra/i Papua).

Tapi yang perlu diingat adalah baik Pelamar Formasi Umum maupun Formasi Khusus tetap wajib memenuhi persyaratan pelamaran sebagaimana tercantum dalam pengumuman.

7. Berapa IPK minimal?

IPK minimal bagi Pelamar dari jenis Formasi Umum dan Formasi Disabilitas serta Formasi Putra/i Papua:

Tingkat Pendidikan

IPK Min

(Skala 4)

IPK Min

(Skala 5)

IPK Min

(Skala 100)

S2

3.00

3.73

75

S1

2.75

3.43

68.75

DIII

2.75

3.43

68.75

8. Apa saja informasi penting untuk  Formasi Umum?

Tersedia untuk:

Lulusan DIII untuk jabatan: Pengelola Keuangan, Pengelola Administrasi Pemerintahan, Pengelola Data, Pengelola Laboratorium, Pengelola Teknologi Informasi, Teknisi Laboratorium, Operator  Komputer Grafis.

Lulusan S1 untuk jabatan: Analis Hukum, Analis Kerjasama, Analis Keuangan, Analis Pendidikan, Analis Publikasi, Analis Sistem Informasi, Pengawas Perpustakaan, Analis Sumber Daya Manusia Aparatur.

Lulusan S2 untuk jabatan: Analis Sumber Daya Manusia Aparatur.

Penempatan Formasi Umum di unit DJBC dan NON DJBC.

Formasi Umum diperuntukkan bagi:

  1. lulusan Perguruan Tinggi yang terakreditasi BAN-PT (boleh akreditasi A,B atau C) yang memenuhi kualifikasi pendidikan dan persyaratan sebagaimana tercantum dalam Pengumuman.
  2. Usia:
  • Minimal 18 tahun dan maksimal 30 Tahun 0 Bulan 0 Hari untuk lulusan S2;
  • Minimal 18 tahun dan maksimal 28 Tahun 0 Bulan 0 Hari untuk lulusan S1;
  • Minimal 18 tahun dan maksimal 23 Tahun 0 Bulan 0 Hari untuk lulusan DIII.

Passing Grade untuk Formasi Umum

No

Jenis Tes

Ketentuan

1

SKD

TKP:143, TIU:80, TWK:75

2

SKB

 

Psikotes Online

Nilai 75, tanpa ada nilai 1 pada aspek psikologis untuk lulusan DIII

Nilai 76, tanpa ada nilai 1 pada aspek psikologis untuk lulusan S1/S2

Tes Kesehatan dan Kebugaran

Hasil Kebugaran Nilai Cukup

Wawancara

70, dengan Integritas tidak boleh pada level 1

9. Apa saja informasi penting untuk  Formasi Khusus Cumlaude?

Tersedia untuk:

Lulusan Sarjana (S1) untuk jabatan: Analis Hukum, Analis Keuangan, Analis Kerjasama, Analis Sumber Daya Manusia Aparatur, Analis Sistem Informasi, dan Analis Pendidikan. Penempatan di unit NON DJBC.

Formasi Cumlaude diperuntukkan bagi:

  1.  Lulusan dari Perguruan Tinggi Dalam Negeri dengan predikat cumlaude/dengan pujian dan berasal dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat kelulusan.
  2. lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri dapat mendaftar setelah memperoleh penyetaraan ijazah dan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara Cumlaude, dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
  3. Usia minimal 18 tahun dan maksimal 28 Tahun 0 Bulan 0 Hari.
  4. Tambahan dokumen yang harus diunggah saat pendaftaran:

Sertifikat Akreditasi BAN-PT yang menyatakan bahwa program studi pelamar terakreditasi dengan peringkat A dan perguruan tinggi pelamar terakreditasi dengan peringkat A, untuk pelamar Cumlaude Lulusan Dalam Negeri; atau Surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara Cumlaude dari Kemenristekdikti, untuk pelamar Cumlaude Lulusan luar Negeri;

Passing Grade untuk Formasi Khusus Cumlaude

No

Jenis Tes

Ketentuan

1

SKD

Nilai kumulatif SKD serendah-rendahnya 298 (dua ratus sembilan puluh delapan), dengan nilai TIU paling rendah 85 (delapan puluh lima).

2

SKB

 

Psikotes Online

Nilai 76, tanpa ada nilai 1 pada aspek psikologis.

Tes Kesehatan dan Kebugaran

Hasil Kebugaran Nilai Cukup

Wawancara

70, dengan Integritas tidak boleh pada level 1

10. Apa saja informasi penting untuk Formasi Khusus Disabilitas?

Tersedia untuk:

Lulusan Diploma III untuk jabatan: Pengelola Keuangan, Pengelola Teknologi Informasi.

Lulusan Sarjana (S1) untuk jabatan: Analis Keuangan, Analis Sistem Informasi dan Analis Pendidikan. Penempatan di unit NON DJBC.

Formasi Disabilitas diperuntukkan bagi: Penyandang Disabilitas yang menyandang disabilitas fisik pada anggota gerak kaki (tungkai) dengan derajat 1 atau 2, dengan kriteria:

  1. Mampu melihat, mendengar dan berbicara dengan baik;
  2. Mampu melakukan tugas seperti menganalisa, mengetik, menyampaikan buah pikiran dan berdiskusi;
  3. Mampu bergerak dengan menggunakan alat bantu berjalan selain kursi roda;
  4. Usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 Tahun 0 Bulan 0 Hari.
  5. Tambahan dokumen yang harus diunggah saat pendaftaran:

Surat keterangan dokter yang menyatakan bahwa pelamar menyandang disabilitas fisik pada anggota gerak kaki (tungkai) dengan derajat 1 atau 2. (boleh dokter dari Rumah Sakit Pemerintah ataupun Swasta)

Passing Grade untuk Formasi Khusus Disabilitas

No

Jenis Tes

Ketentuan

1

SKD

Nilai kumulatif SKD serendah-rendahnya 260 (dua ratus enam puluh), dengan nilai TIU serendah-rendahnya 70 (tujuh puluh).

2

SKB

 

Psikotes Online

Nilai 71, untuk lulusan DIII

Nilai 72, untuk lulusan S1

Tes Kesehatan dan Kebugaran

Memenuhi syarat disabilitas fisik pada anggota gerak kaki (tungkai) dengan derajat 1 atau 2.

Wawancara

65, dengan Integritas tidak boleh pada level 1

11. Apa saja informasi penting untuk Formasi Khusus Putra/i Papua?

Tersedia untuk:

Lulusan Diploma III untuk jabatan: Pengelola Keuangan.

Lulusan Sarjana (S1) untuk jabatan: Analis Keuangan.

Penempatan di unit NON DJBC.

Formasi Putra/i Papua diperuntukkan bagi: pelamar yang merupakan keturunan Papua/Papua Barat berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak atau ibu) asli Papua. 

Usia minimal 18 tahun dan maksimal 23 Tahun 0 Bulan 0 Hari.untuk lulusan DIII.

Usia minimal 18 tahun dan maksimal 28 Tahun 0 Bulan 0 Hari.untuk lulusan S1.

Tambahan dokumen yang harus diunggah saat pendaftaran:

  • Akta Kelahiran/surat keterangan lahir pelamar ;
  • Surat keterangan hubungan keluarga dari kepala desa/suku;
  • KTP bapak/ibu kandung

(ketiga dokumen harus ada, tidak bisa salah satu saja)

Passing Grade untuk Formasi Khusus Putra/i Papua

No

Jenis Tes

Ketentuan

1

SKD

Nilai kumulatif SKD serendah-rendahnya 260 (dua ratus enam puluh), dengan nilai TIU serendah-rendahnya 60 (enam puluh).

2

SKB

 

Psikotes Online

Nilai 61, untuk lulusan DIII

Nilai 62, untuk lulusan S1

Tes Kesehatan dan Kebugaran

Tidak terdapat Passing Grade

Wawancara

65, dengan Integritas tidak boleh pada level 1

12. Apakah bentuk tes sama di tiap lokasi tes? Adakah perbedaan aturan pendaftaran di lokasi tes tersebut?

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) adalah salah satu tahapan seleksi yang dilalui oleh setiap pelamar CPNS berdasarkan kebijakan Badan Kepegawaian Negara dan Kementerian PAN dan RB dengan Bank Soal yang sama bagi seluruh peserta SKD di setiap kota. Begitu pun dengan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang dikelola oleh Kementerian Keuangan. Tidak terdapat perbedaan aturan pendaftaran untuk penyelenggaraan rekrutmen Kementerian Keuangan di setiap lokasi/ kota tersebut.

13. Bagaimana proses penempatan lulusan rekrutmen Kementerian Keuangan?

Penempatan lulusan rekrutmen pegawai baru di Kementerian Keuangan dilaksanakan berdasarkan pemenuhan kebutuhan dari  unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan, dengan memperhatikan latar belakang pendidikan dan hasil tes dari pelamar tersebut. Akan tetapi, pada pendaftaran awal, pelamar berhak menentukan pilihan nama jabatan sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan jenis formasi. Sedangkan untuk penempatan daerah bergantung dari kebutuhan unit eselon I masing-masing.

14. Bagaimana bila saat diterima PNS Kemenkeu, sedang menjalani kuliah S2? Bagaimana perlakuan terhadap ijazah S2 nanti?

Pelamar yang mendaftar untuk mengisi kebutuhan formasi S1 menggunakan ijazah S1, sehingga ijazah yang digunakan untuk pengangkatan CPNS adalah ijazah pada saat pendaftaran.

15. Bagaimana Passing grade ditetapkan? 

Kelulusan SKD didasarkan pada nilai passing grade yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018, serta secara peringkat tidak melebihi 3 (tiga) kali alokasi formasi yang dibutuhkan pada jabatan yang tersedia berdasarkan kualifikasi pendidikan.

Kelulusan SKB menggunakan passing grade berdasarkan hasil Rapat antara Panitia Pusat dan Tim Kerja yang menangani setiap seleksi.

16. Apakah ada biaya pendaftaran untuk masuk di Kementerian Keuangan?

Perlu diketahui bahwa Kementerian Keuangan dalam pelaksanaan Rekrutmen, menjunjung tinggi prinsip kesamaan hak bagi setiap WNI, transparan, jujur, adil dan akuntabel serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam setiap tahapan tes. Jadi, tidak dipungut biaya apapun bagi peserta, dan jika ada oknum yang menjanjikan kelulusan bagi peserta maka hal itu merupakan tindakan penipuan dan Kementerian Keuangan tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang terjadi.

17. Apakah Seleksi Kompetensi Dasar berbasis CAT itu?

Seleksi Kompetensi Dasar berbasis Computer Assisted Test (CAT) adalah tes yang diselenggarakan untuk mengukur kemampuan dasar yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan seseorang jika yang bersangkutan bekerja atau memangku jabatan sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan menggunakan komputer. Materi Tes Kompetensi Dasar sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara, yang meliputi: Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU) serta Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Tes Wawasan Kebangsaan untuk menilai kompetensi pelamar dalam hal penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan 4 (empat) nilai - nilai Pilar Kebangsaan Indonesia yang meliputi:

  1. Pancasila;
  2. Undang Undang Dasar 1945;
  3. Bhinneka Tunggal Ika;
  4. Negara Kesatuan Republik Indonesia (sistem tata Negara Indonesia, baik pada pemerintah pusat maupun pemerintahdaerah, sejarah perjuangan bangsa, peranan Bangsa Indonesia dalam tatanan regional maupun global, dan kemampuan berbahasa indonesia secara baik dan benar).

Kemudian Tes Intelegensi Umum (TIU) adalah untuk menilai kompetensi pelamar dalam hal kemampuan verbal, kemampuan numerik, kemampuan logika, serta kemampuan analisis, berikut adalah definisinya:

Terakhir adalah Tes Karakteristik Pribadi (TKP) yang dimaksudkan untuk menilai kompetensi pelamar yang terkait:

  1. Integritas diri;
  2. Semangat berprestasi;
  3. Kreativitas dan inovasi;
  4. Orientasi pada pelayanan;
  5. Orientasi kepada orang lain;
  6. Kemampuan beradaptasi;
  7. Kemampuan mengendalikan diri;
  8. Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas;
  9. Kemauan dafn kemampuan belajar berkelanjutan;
  10. Kemampuan bekerja sama dalam kelompok, dan
  11. Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain.

18. Apakah bisa mendaftar lebih dari 1 instansi? Misal Kemenlu dan Kemenkeu? 

Tidak Bisa mendaftar lebih dari 1 instansi, hal ini merupakan kebijakan dari Panitia Seleksi Nasional dan berlaku pada seluruh instansi Kementerian/Lembaga.

19. Apakah Diploma IV bisa disamakan dengan Strata 1? 

Tidak Bisa. 

20. Kesulitan saat login pendaftaran bagaimana yang harus dilakukan?  

Untuk pendaftaran rekrutmen CPNS tahun 2018 hanya dapat dilakukan pada website sscn.bkn.go.id. Jika terdapat kesulitan login, dapat mencoba login kembali atau dapat menghubungi call center sscn.

21. Apakah bisa mengubah data setelah pendaftaran?  

Sebelum menyelesaikan proses pendaftaran, pelamar wajib mengecek data yang telahdiisi sebelum melakukan proses Simpan Data melalui form Resume, dan memastikan bahwa data tersebut terisi dengan lengkap dan benar. Data yang telah dikirim tidak dapat diubah dengan alasan apapun.

22. Bagaimana batasan usia pelamar?  

Batas Umur Pelamar berdasarkan pada tanggal mendaftar (26 Sept s.d. 10 Oktober):

  1. Magister (S2), Minimal 18 Tahun dan Maksimal 30 Tahun
  2. Sarjana (S1), Minimal 18 Tahun dan Maksimal 28 Tahun
  3. Diploma Umum (D3), Minimal 18 Tahun dan Maksimal 23 Tahun
  4. Khusus pelamar disabilitas, Minimal 18 Tahun dan Maksimal 35 Tahun (untuk S1 dan D3)

23. Pada saat pendaftaran, bagaimana jika terdapat perbedaan penulisan nama pada ijazah dan KTP?  

Pengisian data pada saat pendaftaran disesuaikan dengan dokumen tersebut dibawah ini:

No.

Data yang diisi

Disesuaikan dengan

1

Nama Lengkap Pelamar

Ijazah

3

Tanggal Lahir Pelamar

Ijazah

4

Tingkat Pendidikan

Ijazah

5

Program studi

Ijazah

6

Perguruan Tinggi terakreditasi

Ijazah/Sertifikat

7

IPK

Transkrip

8

Program Studi terakreditasi

Transkrip

24. Berkas/dokumen apa saja yang diperlukan untuk proses pendaftaran?  

Pada saat mendaftar, pelamar akan membutuhkan:
  1. Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdapat pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) / NIK pada Kartu Keluarga (KK) dan Nomor KK / NIK Kepala Keluarga;
  2. Pasfoto dengan latar belakang merah dalam format JPG untuk di ulpoad;
  3. Swafoto (foto selfie) dengan memperlihatkan KTP dan Kartu Informasi Akun yang telah dicetak pada saat membuat akun di website sscn.bkn.go.id;

Pelamar juga harus mengupload softfile berkas jenis PDF berupa:

  • Scan asli Ijazah. Bagi pelamar lulusan luar negeri ditambahkan scan penyetaraan ijazah dan penyetaraan nilai dari Kemenristekdikti pada halaman berikutnya dan dijadikan dalam satu file.
  • Scan asli Transkrip Nilai, bila lebih dari satu halaman dijadikan dalam satu file.
  • Scan asli Surat Pernyataan bersedia ditempatkan di seluruh unit kerja di lingkungan instansi Kementerian Keuangan yang dapat diunduh/download pada laman https://rekrutmen.kemenkeu.go.id/ dengan disertakan tanda tangan pelamar dan materai Rp.6000;
  • Bagi pelamar formasi khusus ditambahkan scan dokumen pendukung lainnya sebagai berikut:
  1. Akta Kelahiran/surat keterangan lahir pelamar, surat keterangan hubungan keluarga dari kepala desa/suku, dan KTP bapak/ibu kandung (dijadikan dalam satu file), untuk pelamar Putra/i Papua;
  2. Surat keterangan dokter yang menyatakan bahwa pelamar menyandang disabilitas fisik pada anggota gerak kaki (tungkai) dengan derajat 1 atau 2, untuk pelamar Penyandang Disabilitas;
  3. Sertifikat Akreditasi BAN-PT yang menyatakan bahwa program studi pelamar terakreditasi dengan peringkat A dan Sertifikat Akreditasi BAN-PT yang menyatakan bahwa perguruan tinggi pelamar terakreditasi dengan peringkat A (dijadikan dalam satu file), untuk pelamar Cumlaude Lulusan Dalam Negeri; atau Surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara Cumlaude dari Kemenristekdikti, untuk pelamar Cumlaude Lulusan luar Negeri;

Pelamar harus memastikan semua dokumen yang diunggah/upload dapat terbaca. Kesalahan dalam mengunggah/upload dokumen dapat mengakibatkan pelamar tidak lulus Seleksi Administrasi.

25. Pada saat memilih lokasi, apakah dapat berbeda-beda lokasi untuk tes yang berbeda?  

Pelamar dari semua formasi jabatan dan kualifikasi pendidikan dapat memilih 1 (satu) lokasi tes dari  6 (enam) kota, yaitu Medan; Jakarta; Yogyakarta; Balikpapan; Makassar; dan Jayapura.

Pemilihan kota dapat berdasarkan pertimbangan pelamar, terkait kemudahan akses, efektifitas waktu maupun efisiensi biaya. Pelamar mengikuti rangkaian seleksi hanya di 1 (kota) yang telah dipilih saat proses pendaftaran. Pelamar tidak dapat mengubah pilihan lokasi kota dengan alasan apapun.

26. Untuk formasi Umum apakah ada ketentuan akreditasi Perguruan Tinggi?

Untuk Pelamar Formasi Umum, Penyandang Disabilitas dan Putra/i Papua merupakan lulusan Perguruan Tinggi dan/atau Program Studi yang terakreditasi dalam BAN-PT (boleh Akreditasi A, B atau C).

Sedangkan bagi Pelamar Formasi Khusus Cumlaude, harus berasal dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat kelulusan.

27. Untuk Formasi Khusus Cumlaude, serifikat akreditasi diperoleh dari mana?

Untuk kemudahan pelamar Cumlaude, scan serifikat/keterangan akreditasi BAN-PT untuk akreditasi Universitas/PT maupun akreditasi Program Studi dapat berupa scan sertifikat (dapat berupa salinan/copy) tanpa perlu legalisir dari Universitas/PT.

28. Persyaratan untuk pelamar DJBC seperti apa? Dan kapan pemeriksaan persyaratan itu dilakukan?

Terdapat persyaratan tambahan bagi pelamar DJBC sebagai berikut:

  1. Tinggi badan minimal 155cm untuk perempuan dan 165cm untuk laki-laki;
  2. Tidak cacat badan;
  3. Tidak buta warna;
  4. Tidak dalam keadaan hamil pada saat proses seleksi sampai dengan pengangkatan PNS;
  5. Kacamata/lensa kontak minus (rabun jauh) dan/atau plus (rabun dekat) dan/atau silindris dapat diberikan toleransi maksimal sampai ukuran 2 dioptri;
  6. Lulus pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan persyaratan tersebut dilakukan pada saat Tes Kesehatan dan Kebugaran, dan bila pelamar tidak memenuhi persyaratan tersebut di atas maka dinyatakan gugur.

29. Bagaimana jika E-KTP saya belum jadi? dapat diganti dengan apa? 

Bagi warga yang telah mengurus perekaman e-KTP namun kehabisan blangko, warga arus meminta surat keterangan pengganti identitas ke petugas pelayanan KTP di kecamatan/dinas kabupaten. Dan jika yang sudah merekam, namun belum dapat KTP, dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 sudah diatur. Pemerintah daerah (Pemda) boleh menerbitkan yang namanya surat keterangan pengganti identitas. Itu berlaku sampai E-KTP nya jadi. 

Jika pelamar belum dapat.E-KTP, harus membuat surat keterangan pengganti identitas ke petugas pelayanan KTP di kecamatan/dinas kabupaten.

30. Dapatkah menggunakan SKL (Surat Keterangan Lulus) dan kenapa harus hanya menggunakan ijazah bukan SKL, mengapa?

Tidak dapat menggunakan SKL.
Ijazah memiliki kekuatan hukum yang kuat dan diakui dalam administrasi Pegawai Negeri Sipil, sebagai bukti hukum bahwa pelamar telah menyelesaikan pendidikannya dengan sah.

31. Apakah definisi cacat badan? Apakah bekas luka kecelakaan atau bekas jahitan operasi termasuk cacat badan?

Tidak. Karena definisi cacat badan adalah gangguan yang menurut ilmu kedokteran dinyatakan mempunyai kelainan/gangguan pada alat gerak yang meliputi tulang, otot, dan persendian baik dalam struktur atau fungsinya, sehingga dapat merupakan rintangan atau hambatan baginya untuk melaksanakan kegiatan secara layak. Untuk Persyaratan tambahan bagi pelamar DJBC akan diperiksa pada pelaksanaan Tes Kesehatan dan Kebugaran (TKK) jika tidak memenuhi persyaratan pelamar dinyataan gugur.

32. Untuk keterangan predikat Cumlaude didapatkan dari mana?

Untuk lulusan dalam negeri cukup dengan mencantumkan keterangan predikat cumlaude pada ijazah atau pada piagam cumlaude. Untuk lulusan dari luar negeri, menggunakan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara cumlaude yang diterbitkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (program studi dan universitas terakreditasi A). Silakan dibaca juga poin nomor 9.

33. Apakah S1 Bahasa Indonesia sama dengan S1 Pendidikan Bahasa Indonesia? 

Tidak. S1 Bahasa Indonesia berbeda dengan S1 Pendidikan Bahasa Indonesia. Kementerian Keuangan tidak menerima pelamar dengan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) kecuali program studi pelamar adalah S1 Teknologi Pendidikan.

34. Jika alamat pada KTP (yang sudah berlaku seumur hidup) berbeda dengan alamat pada Kartu Keluarga, apakah tetap bisa mengikuti rekrutmen? 

Tentu bisa.

35. Mengapa Kementerian Keuangan tidak membuka rekrutmen CPNS bagi lulusan program studi perpajakan? Bukankah di Kementerian Keuangan terdapat Direktorat Jenderal Pajak (DJP)?

Pemenuhan pegawai baru di lingkungan Kementerian Keuangan dapat dipenuhi dari jalur rekrutmen, baik rekrutmen umum maupun lulusan PKN STAN. Program studi D3 perpajakan adalah salah satu program studi yang kebutuhannya dapat dipenuhi dari lulusan PKN STAN.

36. Apakah akreditasi kampus/program studi yang dimaksud adalah sesuai tahun kelulusan atau yang berlaku sekarang?

Sesuai tahun saat kelulusan.

37. Bagaimana jika ijazah hilang? 

Hanya dapat diganti dengan Surat Keterangan Pengganti Ijazah, dengan ketentuan pengesahan sbb:

Surat Keterangan Pengganti Ijazah untuk Magister (S2)  ditandatangani oleh Direktur Program Pascasarjana dan Rektor.
Surat Keterangan Pengganti Ijazah jenjang Sarjana (S1) dan Diploma III (D.III) ditandatangani oleh Dekan dan Rektor.

38. Bagaimana jika transkrip akademik hilang?  

Hanya dapat diganti dengan Surat Keterangan Pengganti Transkrip Akademik, dengan ketentuan pengesahan sbb:

Surat Keterangan Pengganti Transkrip Akademik untuk Magister (S2) ditandatangani oleh Direktur Program Pascasarjana.
Surat Keterangan Pengganti Transkrip Akademik untuk Sarjana (S1) dan Diploma III (D.III) ditandatangani oleh Dekan.

39. Apakah kualifikasi pendidikan yang diumumkan merupakan kualifikasi minimal? Dapatkah formasi DIII diisi dengan pelamar lulusan S1 dengan prodi yang sama? Contohnya formasi DIII Teknik Elektro, tetapi pelamar lulusan S1 Teknik Elektro, apakah bisa? 

Tidak bisa. 
Formasi DIII hanya dapat diisi oleh pelamar lulusan DIII, 
Formasi S1 hanya dapat diisi oleh pelamar lulusan S1, dan 
Formasi S2 hanya dapat diisi oleh pelamar lulusan S2.

40. Apakah jurusan yang dapat disetarakan dengan Program Studi S1 Bahasa Indonesia? 

Dapat disetarakan dengan Program Studi S1 Sastra Indonesia/Bahasa dan Sastra Indonesia.

41. Bagaimana jika status pelamar yang baru menikah, namun belum mengurus KK maupun KTP baru? 

Sepanjang NIK tidak berubah, masih bisa menggunakan KTP/KK lama. Apabila nanti ada pergantian KTP/KK dan NIK berubah, maka tetap menggunakan KTP/KK sewaktu mendaftar pada saat verifikasi nanti.

42. Untuk syarat akreditasi universitas oleh BAN-PT, apa yang harus dilampirkan untuk lulusan luar negeri?

Tidak perlu melampirkan sertifikat akreditasi tetapi tetap perlu melampirkan ijazah dan transkrip nilai yang sudah disetarakan oleh Kemenristekdikti.

43. Jika nama saya menggunakan tanda baca di KTP, bagaimana prosedur penulisan ketika melakukan pendaftaran online?

Silahkan menyesuaikan penulisan dengan petunjuk pengisian pada saat periode pendaftaran online telah dibuka.

44. Untuk foto berlatar belakang merah yang diunggah, apakah ada ketentuan baju seperti apa yang dipakai? 

Baju saat foto itu bebas menyesuaikan (rapi dan sopan) dan berlatar belakang merah

45. Pada proses mendaftar, saat memilih unit penempatan terdapat pilihan DJBC1, Non DJBC1 dan Non DJBC2, maksudnya apa?

Pada saat pelamar melakukan pendaftaran di https://sscn.bkn.go.id/ apabila dalam aplikasi SSCN pada lokasi formasi tertulis:
- DJBC1 --> maka lokasi formasi yang dimaksud adalah DJBC
- Non DJBC1/Non DJBC2 maka lokasi formasi yang dimaksud adalah Non DJBC
(hal ini dapat terjadi pada pelamar dengan program studi/nama jabatan tertentu)

46. Bagi pelamar yang akan memilih lokasi tes di kota Balikpapan, pada Pilihan Lokasi Tes di field pendaftaran SSCN, tidak ada pilihan kota Balikpapan, apa yang harus dilakukan?

Pelamar tersebut harus memilih Lokasi Tes -->  Kalimantan Timur - Samarinda pada pengisian pilihan Lokasi Tes saat pendaftaran. Pelaksanaan tes/seleksi akan tetap dilaksanakan di kota Balikpapan.

47. Apakah berat badan ideal berpengaruh pada penilaian tes kesehatan pada saat ujian SKB?

Pada pelaksanaan Tes Kesehatan dan Kebugaran (TKK) dalam rangka rekrutmen tahun 2018, Tes Kesehatan dilaksanakan untuk melihat kondisi umum kesehatan pelamar dengan hasil apakah pelamar tersebut direkomendasikan atau tidak direkomendasikan untuk mengikuti tes kebugaran (ini berlaku bagi pelamar formasi Umum dan Cumlaude), dimana kondisi kesehatan contohnya berat badan dan tekanan darah, akan masuk dalam catatan kesehatan pelamar.

48. Apakah pada proses rekrutmen ini membutuhkan dokumen SKCK?

Untuk pendaftaran tidak membutuhkan SKCK, namun berkas tersebut diperlukan saat pelamar dinyatakan lulus tes rekrutmen untuk keperluan pemberkasan pada tahap selanjutnya.

49. Apakah bisa mendaftar saat sedang hamil untuk formasi non-DJBC? Jika bisa, bagaimana prosedur tes kesehatan dan kebugarannya ?

Bisa. Untuk TKK nanti akan ada pemeriksaan dari dokter kesehatan dan akan diberikan rekomendasi untuk tes kebugaran. Namun pada umumnya, wanita hamil tidak direkomendasikan untuk mengikuti tes kebugaran.

50.  Untuk syarat pendaftaran DJBC terlampir bahwa harus memenuhi syarat tinggi badan minimal, tidak buta warna, tidak cacat badan, tidak hamil, dan lolos pemeriksaan laboratorium. Apakah persyaratan tersebut harus disertakan dengan surat keterangan dokter pada saat melakukan verifikasi berkas fisik? 

Untuk pemeriksaan persyaratan khusus pelamar yang memilih DJBC dilaksanakan saat Tes Kesehatan dan Kebugaran (TKK).

51. Apakah ada notifikasi apabila Kementerian Keuangan sudah memverifikasi pendaftarannya? 

Tidak ada. Indikator peserta telah menyelesaikan proses pendaftaran adalah peserta dapat mencetak kartu peserta SSCN.

52. Bagaimana jika tempat lahir saya tidak terdaftar dalam pilihan karena pilihan hanya terbatas sampai kabupaten/kota saja?

Tempat lahir menurut sistem BKN memang hanya sampai kabupaten/kota. Jadi peserta bisa menyesuaikan pilihan tempat lahir dengan sistem tersebut.

53. Untuk surat pernyataan, lebih baik ditulis tangan atau diketik?

Boleh ditulis tangan dan diketik, pastikan tulisan terbaca dan jangan lupa menggunakan materai.

54. Apakah surat pernyataan di print dulu baru diisi (ditulis) atau diisi (diketik) dulu baru diprint?
Apakah perlu mengirimkan berkas melalui kantor pos?

Boleh di ketik ataupun tulis tangan, tetapi tanda tangan harus memakai pulpen (tinta). Untuk instansi Kemenkeu tidak perlu dikirim melalui pos.

55. Apakah formasi cumlaude boleh mendaftar formasi umum?

Boleh.

56. Kapan jadwal SKD dan verifikasi?

Silahkan baca kembali pengumuman hasil seleksi administrasi poin 5.

57. Apakah harus dicetak dengan print laser?

Ya, karena dikhawatirkan barcode pada kartu tidak dapat terbaca oleh scanner jika dicetak dgn printer biasa.

58. Bagaimana jika ijazah asli ditahan oleh kantor?

Ijazah asli WAJIB dibawa saat verifikasi berkas, sifatnya hanya menunjukan saja. Ketiadaan ijazah asli dapat mengakibatkan saudara gugur.

59. Berkas apa saja yg harus dibawa?

Sesuai dengan pengumuman hasil seleksi administrasi poin 4:
1. Kartu peserta ujian yg dpt di unduh pada akun sscn peserta
2. Ijasah asli dan transkrip akademik asli peserta
3. KTP atau Surat keterangan pengganti KTP
4. Dokumen pendukung lainnya sesuai keadaan anda yg dapat anda lihat pada pengumuman hasil seleksi akademik