Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN


Obligasi Negara Ritel

     
     
 

OBLIGASI NEGARA RITEL
BERINVESTASI       MEMBANGUN       NEGERI

 

             
 

  
 

10 Tahun ORI

Mengenal ORI

Tujuan Penerbitan ORI 

Karakteristik ORI

Keuntungan Berinvestasi di ORI 

 
   

  
 

ORI VS Investasi Lainnya

Cara Membeli

Struktur ORI

Timeline Penerbitan

Daftar Agen Penjual

 

 

 

SATU DASAWARSA ORI, BERSAMA MEMBANGUN NEGERI

Sejak pertama kali diterbitkan pada Agustus 2006, Obligasi Negara Ritel (ORI) telah memasuki usia kesepuluh pada tahun 2016 ini. Bersamaan dengan itu, pemerintah akan menerbitkan Obligasi Negara Ritel seri ORI013 pada 26 Oktober 2016 mendatang.

Masa penawaran ORI013 akan dimulai pada 29 September 2016 hingga 20 Oktober 2016. Dengan tenor 3 tahun, ORI013 akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2019. Minimum pemesanan obligasi negara ini sebesar Rp5 juta, maksimum sebesar Rp3 miliar, dengan pemesanan kelipatan Rp5 juta. Dengan status dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable), obligasi ini menawarkan kupon tetap (fixed rate) yang akan dibayarkan setiap bulan.

Dalam penerbitan ORI, pemerintah selalu mengusung tema lingkungan hidup. Untuk penerbitan ORI013, pemerintah mengangkat tema “Investasi Aman, Pesisir Nyaman”. Dengan berinvestasi melalui ORI013, setiap Warga Negara Indonesia (WNI) dapat berpartisipasi dalam pembangunan nasional dan berkontribusi dalam rehabilitasi hutan mangrove di Pesisir Pantai Indonesia.

Penerbitan ORI sendiri memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional. Selain berfungsi sebagai salah satu sumber pembiayaan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ORI juga menjadi alternatif investasi bagi masyarakat, khususnya investor ritel. Selain itu, penerbitan ORI merupakan salah satu strategi Pemerintah untuk melakukan pendalaman pasar Surat Berharga Negara, dengan memanfaatkan potensi besarnya jumlah penduduk Indonesia.

Penerbitan ORI juga mendukung terwujudnya masyarakat yang berorientasi pada investasi jangka menengah dan panjang. Yang tidak kalah penting, melalui penerbitan ORI, pemerintah bermaksud mewujudkan cita-cita kemandirian dalam pembiayaan pembangunan.

Sebagai informasi, sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 2006, pemerintah telah menerbitkan 12 seri ORI. Pada umumnya, ORI diterbitkan satu seri setiap tahunnya, kecuali pada tahun 2007 dan 2008, pemerintah menerbitkan dua seri ORI pada tahun yang sama.

Sepanjang satu dasawarsa penerbitannya, ORI telah menyerap dana sebesar Rp144,125 triliun, dengan total investor mencapai 214.852 investor. Nominal penerbitan ORI tertinggi mencapai Rp27,439 triliun, yaitu seri ORI012, terendah sebesar Rp2,714 triliun dari penerbitan seri ORI005.

 

 

 
           
 
10 Hal Yang Perlu Diketahui Tentang ORI
 
   
   
 #1 
Pertama kali diterbitkan Agustus 2006
   
 #2 
Jenis obligasi negara yang dapat diperdagangkan (tradable) dan di pasar perdana hanya dijual untuk investor individu dan WNI
   
 #3 
Umumnya diterbitkan 1 seri setiap tahun, namun pernah diterbitkan 2 seri dalam 1 tahun, yaitu tahun 2007 dan 2008
   
 #4 
Tenor terlama yang pernah diterbitkan adalah 5 tahun yakni seri ORI005 diterbitkan September 2008
   
 #5 
Kupon tertinggi seri ORI001, 12,05% dan terendah seri ORI009 sebesar 6,25%
   
 #6 
Nominal penerbitan tertinggi mencapai Rp27,439 triliun, seri ORI012 dan terendah seri ORI005 sebesar Rp2,714 triliun
   
 #7 
Total investor hingga saat ini telah mencapai 214.852 investor
   
 #8 
Sepanjang 10 tahun penerbitan telah menyerap dana sebesar Rp144,125 triliun
   
 #9 
Senantiasa mengusung tema Lingkungan Hidup sejak 2010
   
#10
Penerapan Minimum Holding Period (MHP) pertama kali pada seri ORI009 tahun 2012
 
 
 
 
 5 Tujuan Penerbitan ORI
 
   

Memperluas basis investor di dalam negeri

Sebagai alternatif instrumen investasi bagi investor ritel

Mendukung stabilitas pasar keuangan domestik

Mendukung terwujudnya masyarakat yang berorientasi pada investasi jangka menengah dan panjang

Mewujudkan cita-cita kemandirian dalam pembiayaan pembangunan

 
 
 
 
 4 Karakteristik ORI
 
   

Dapat diperdagangkan, tanpa warkat

Kupon tetap (fixed rate)

Minimal pembelian Rp5 juta, maksimal Rp3 miliar

Ada potensi capital gain/loss

 
 
 
 
10 Keuntungan Berinvestasi ORI
 
   

Kupon dan Pokok dijamin oleh Undang-Undang

Kupon ditawarkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN

Kupon dengan tingkat bunga tetap sampai pada waktu jatuh tempo

Kupon dibayar setiap bulan

Dapat diperdagangkan di Pasar Sekunder

Tersedianya kuotasi harga beli (bid price) dari Agen Penjual

Berpotensi memperoleh capital gain

Dapat dipinjamkan atau dijaminkan kepada pihak lain

Masyarakat turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional

Turut mendukung program pelestarian lingkungan hidup

 
 
 
 
 Perbandingan ORI Dengan Investasi Lain
 
   
Obligasi Negara Ritel
 
Saving Bond Ritel
 
Saham
 
Deposito
  Reksadana Terproteksi
  Jaminan Negara   Ada (Tanpa batasan dan tanpa syarat)   Ada (Tanpa batasan dan tanpa syarat)   Tidak Ada   Ada (Maksimal Rp2 miliar dengan syarat)   Tidak Ada
                     
  Jatuh Tempo   Ada   Ada   Tidak Ada   Ada   Ada
                     
  Kupon/Bunga   Ada (jumlah tetap, di atas bunga deposito BUMN pada saat penerbitan)   Ada (Floating with floor, disesuaikan tiap 3 bulan, mengikuti LPS Rate)   Tidak Ada   Ada (Dapat berubah setiap saat)   Tidak Ada
                     
  Dividen   Tidak Ada   Tidak Ada   Ada   Tidak Ada   Tidak Ada
                     
  Potensi Capital Gain   Ada   Tidak Ada   Ada   Tidak ada   Ada
                     
  Perdagangan Di Pasar
  Sekunder
  Ada   Tidak Ada (Namun dapat dicairkan sebelu jatuh tempo)   Ada   Tidak Ada   Ada
                     
  Stand By Buyer Di Pasar
  Sekunder
  Ada   Tidak Ada   Tidak Ada   Tidak Ada   Tidak Ada
 
 
 
 Mekanisme Pembelian ORI
 
 
 

 
 
 
 
 
 Struktur ORI013
 
 
  Penerbit

Pemerintah Republik Indonesia

  Seri

ORI013

  Bentuk Obligasi

Dapat diperdagangkan di pasar sekunder

  Masa Penawaran

29 September – 20 Oktober 2016

  Penerbitan

26 Oktober 2016

  Pencatatan di Bursa

27 Oktober 2016

  Jatuh Tempo

15 Oktober 2019 (Tenor 3 tahun)

  Minimum Pemesanan

Rp5 juta dan kelipatan Rp5 juta

  Maksimum Pemesanan

Rp3 miliar

  Jenis Kupon

Kupon Tetap dan dibayarkan setiap bulan

  Tingkat Kupon

6,60% per tahun

  Minimum Holding Period (MHP)

2 (dua) masa pembayaran kupon dan dapat dipindahbukukan mulai 15 Desember 2016

  Agen Penjual

18 Bank dan 6 Perusahaan Efek yang ditunjuk oleh Pemerintah

 
 
 
 
 Timeline Penerbitan ORI013
 
 
 

 
 
 
 
 Daftar Agen Penjual
 
 
Bank   Perusahaan Sekuritas
Bank ANZ Indonesia Bank Mega Danareksa Sekuritas
Bank Bukopin Bank Negara Indonesia Indo Premier Securities
Bank Central Asia Bank OCBC NISP Mega Capital Indonesia
Bank CIMB Niaga Bank Panin MNC Securities
Citibank, N.A. Bank Permata Sucorinvest Central Gani
Bank Danamon Indonesia Bank Rakyat Indonesia Trimegah Sekuritas Indonesia
Bank DBS Indonesia Standard Chartered Bank  
HSBC Bank Tabungan Negara  
Bank Maybank Indonesia Bank Mandiri  
 
 
 
 Informasi Terkait ORI
 
 
Memorandum Informasi ORI013
Materi Presentasi Sales Force
Perkembangan 10 Tahun ORI
Materi Presentasi Marketing ORI013
   
 

 

Kementerian Keuangan RI
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
Direktorat Surat Utang Negara

Gedung Frans Seda Lt 4 | Jl. Wahidin Raya No 1, Jakarta Pusat - 10710
Ph. 021-3810175 | Fax. 021-3846516

email: surat.utang.negara@kemenkeu.go.id | twitter: @DJPPRKemenkeu
www.djppr.kemenkeu.go.id