Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Beraksi Edisi V 2020 Berita Aktual Transformasi Edisi V Mei 2020

BERAKSI edisi V kali ini mengangkat beberapa capaian terkini program Reformasi Birokrasi dan Transformasi Kelembagaan (RBTK), diantaranya:

  1. Penetapan Regulasi Flexible Working Space (FWS)
    Merupakan salah satu milestone dalam inisiatif strategis nomor 1 (IS#1) program RBTK tahun 2020 yaitu The New Thinking of Working (NtoW). Selama bulan Mei telah ditetapkan KMK nomor 223/KMK.01/2020 tentang Implementasi Fleksibilitas Tempat Bekerja (FWS) di Lingkungan Kemenkeu yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar pelaksanaan FWS baik secara piloting maupun secara menyeluruh di lingkungan Kemenkeu. KMK tersebut memberikan fleksibilitas kepada pegawai yang memenuhi kriteria tertentu untuk bekerja di ruang ABW kantor, rumah, atau lokasi lain yang memiliki sarana dan fasilitas penunjang yang memadai.
  2.  Joint Program Optimalisasi Penerimaan
    Hingga 15 Mei 2020, program sinergi DJP dan DJBC mampu menghasilkan tambahan penerimaan negara sebesar Rp244,29 Miliar. Selain itu, sinergi DJA, LNSW, DJBC, dan DJP telah menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan proses bisnis Pengawasan PNBP Batubara di Kementerian ESDM (terkait penggabungan aplikasi), Kementerian Perdagangan (Persetujuan Eksportir Terdaftar dan verifikasi bukti bayar penjualan ekspor), dan Kementerian Perhubungan untuk dapat mengecek bukti bayar dan Laporan Hasil Verifikasi secara online melalui sumber yang berasal dari unit berwenang.

  3. Integrasi Contact Center Kemenkeu
    Merupakan quick win dari inisiatif strategis Layanan Digital Kemenkeu (LDK) melalui pembangunan ekosistem Customer Relationship Management (CRM) yang saling terhubung. Hingga Mei 2010, integrasi aplikasi CRM contact center telah terlaksana antara DJPb, DJA, Setjen, LNSW, BKF, DJPPR, dan Itjen untuk penggunaan channel secara bertahap. Dengan integrasi aplikasi CRM, stakeholder Kemenkeu dapat menghubungi nomor 134 (Kemenkeu) dan/atau nomor Unit Eselon I dan dapat dilakukan penerusan permintaan/aduan kepada unit yang lebih tepat menangani dalam ekosistem CRM tersebut.

Fokus BERAKSI mengangkat tema terkait Evaluasi Pasca Implementasi Activity-Based Workplace (ABW). Evaluasi dilakukan melalui suvei kepada 559 pegawai dari 12 unit piloting ABW di seluruh eselon I. Hasil survei tersebut kemudian dibandingkan dengan hasil survei pra evaluasi yang telah dilakukan sebelumnya. Dari 7 (tujuh) indikator yang diukur seleuruhnya mengalami kenaikan sebagaimana berikut:

  1. Efisiensi Penggunaan Ruang Kerja naik dari 7,26 ke 8,00
  2. Menuju Budaya Kolaboratif naik dari 6,99 ke 7,78
  3. Komunikasi Vertikal yang Lebih Cair naik dari 6,92 ke 7,28
  4. Daya Kreasi, Ide, dan Inovasi naik dari 7,74 ke 8,29
  5. Tingkat Produktivitas/ Kinerja naik dari 7,69 ke 8,06
  6. Tingkat Retensi Pegawai naik dari 7,67 ke 7,81
  7. Kepuasan Bekerja naik dari 8,13 ke 8,41

Hal ini menunjukkan bahwa implementasi ABW terbukti mampu memberikan dampak positif terhadap pegawai. Dengan adanya kebijakan Flexible Working Space (FWS) sesuai KMK 223/KMK.01/2020 yang menuntut efisiensi penggunaan ruang kerja dan berdasarkan hasil evaluasi ABW tersebut, maka implementasi ABW dapat diperluas sampai unit vertikal.