Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN


Penetapan Program TK

 

 

 

 

 

 

Refomasi Birokrasi (RB) yang dipelopori Kementerian keuangan telah meletakkan dasar yang kokoh bagi Kementerian Keuangan untuk melanjutkan dan memperdalam proses RB melalui program Transformasi Kelembagaan (TK). Sejak Tahun 2002-2006 telah banyak perbaikan-perbaikan yang dilakukan Kemenkeu, Hingga pelaksanaan RB secara masif (2007-2009) Kemenkeu terus berbenah diri.

Program TK direncanakan dan dilaksanakan dengan hipotesis bahwa proses perubahan organisasi Kemenkeu yang telah dilaksanakan selama ini perlu dan harus terus ditingkatkan kualitas dan konsistensinya dalam rangka mencapai visi Kemenkeu, yaitu menjadi ‘penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif di abad ke-21’.

Proses Progran Transformasi Kelembagaan

Langkah awal penyusunan cetak biru TK disebut dengan Fase Diagnosis yang menunjukkan sejumlah pergeseran prioritas yang harus dijalankan Kementerian Keuangan agar dapat mencapai transformasi pada skala besar:

  • Kemenkeu sudah memiliki budaya akuntabilitas yang kuat. Untuk meningkatkan nya, budaya ini harus lebih diorientasikan pada 'outcome' atau hasil;
  • Kemenkeu sudah memiliki seperangkat proses yang baik. Proses ini harus dibuat lebih sederhana, ramping dan efisien di seluruh unit serta dalam interaksi nya dengan stakeholder lain. Agar pergeseran ini tercapai, upaya digitalisasi skala besar juga harus diupayakan;
  • Kemenkeu perlu memberikan apresiasi, peluang pengembangan serta pemberdayaan yang lebih besar kepada para pegawai agar menjadikan mereka pemimpin yang terbaik di kelasnya; selain itu, perlu juga untuk memperoleh dan mengembangkan kapabilitas fungsional penting yang diperlukan guna membangun pondasi serta mempercepat transformasi;
  • Sebagai lembaga yang sudah menjalankan transformasi selama dua generasi, Kemenkeu perlu membenahi struktur organisasinya agar efektif dan lebih selaras dengan tujuan, mengingat semakin meningkatnya kuantitas dan kualitas kerja yang harus dilaksanakan;
  • Kemenkeu perlu menggunakan pengaruh kuatnya di seluruh Indonesia, yaitu dengan cara bekerja sama secara proaktif dengan para stakeholder utama di negara ini guna menjalankan reformasi dalam skala besar dan memberi terobosan baru dalam area-area yang diprioritaskan secara nasional.

Selanjutnya, Fase Desain melahirkan 3 horison waktu strategis untuk mewujudkan Kemenkeu kelas dunia, yaitu:

  • Membangun momentum untuk reformasi (2013-2014);
  • Membangun keunggulan operasional dan layanan dalam skala besar (2015-2019);
  • Melembagakan terobosan dalam jangka panjang (2019-2025).

Dari dua fase diatas, disusunlah suatu Cetak biru program TK yang meliputi 87 (delapan puluh tujuh) inisiatif yang tercakup dalam 5 (lima) tema transformasi: Penganggaran, Perpajakan, Kepabeanan dan Cukai, Perbendaharaan dan Sentral (Organisasi, SDM, TIK dan Manajemen Kinerja).