Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN


Tema dan Inisiatif TK

Bagian dari cetak biru program Transformasi Kelembagaan berikut menjelaskan secara rinci transformasi yang dilaksanakan pada unit Eselon I Kemenkeu, dimulai dari visi dan misi baru, perubahan dalam model operasional dan perbaikan proses bisnis, struktur organisasi interim dan end-state, hingga inisiatif transformasi yang akan dilaksanakan.

Tabel berikut memuat 87 inisiatif-inisiatif transformasi yang dilaksanakan di Kementerian Keuangan.

TEMA
 


INISIATIF

Perpajakan

(DJP)

:
  1. Memperbaiki segmentasi wajib pajak dan coverage model
  2. Menjangkau ekonomi informal melalui pendekatan end-to-end
  3. Membenahi sistem administrasi PPN
  4. Mengembangkan model kepatuhan yang prediktif, berbasis-risiko terkait dengan proses bisnis
  5. Meningkatkan efektivitas pemeriksaan dan penagihan (hingga CRM terimplementasi penuh)
  6. Memastikan kualitas dan konsistensi penegakan hukum
  7. Meluncurkan strategi komunikasi terintegrasi
  8. Secara sistematis melibatkan pihak ketiga untuk data, penegakan dan penjangkauan wajib pajak
  9. Menyempurnakan KPP
  10. Secara selektif memperluas jangkauan DPC dan meningkatkan kapabilitas perolehan data
  11. Migrasi wajib pajak ke e-filing
  12. Secara drastis meningkatkan kapasitas call centers  
  13. Memperluas fungsionalitas website
  14. Menyelaraskan kembali staf fungsional dan secara selektif meningkatkan kapasitas
  15. Merestrukturisasi organisasi
  16. Menjamin adanya otonomi yang diperlukan untuk transformasi
 

Perbendaharaan (DJPB, DJPPR, DJKN)

 :  
  1. Menuju sistim pembayaran, pengumpulan yang terpusat, dan verifikasi yang bersifat elektronik serta dengan saluran pembayaran yang modern
  2. Meluncurkan basis data penerimaan yang terintegrasi dengan saluran pengumpulan modern
  3. Memusatkan fungsi back office “Shared service” untuk seluruh K/L, di Kemenkeu
  4. Meningkatkan proses pengelolaan likuiditas yang bersifat end-to-end
  5. Meninjau kapabilitas TDR dan memastikan prudensi dalam operasional TDR
  6. Memandu perencanaan kas dengan target saldo cadangan terdefinisi
  7. Memperbaiki prakiraan belanja dari para satker
  8. Mempererat koordinasi pengelolaan likuiditas dengan Bank Indonesia
  9. Memperluas jangkauan TSA
  10. Menetapkan strategi dan pedoman pengelolaan valuta asing jangka pendek untuk pengelolaan likuiditas
  11. Mengenalkan platform perdagangan elektronik
  12. Meluncurkan sistem baru primary dealer
  13. Meningkatkan kerangka kerja stabilisasi obligasi secara berkelanjutan
  14. Mengelola utang: Konsolidasi benchmark surat berharga negara domestik
  15. Memperkuat Hubungan Investor (IR)
  16. Mendukung OJK dalam mengembangkan pasar repo yang likuid dan dalam
  17. Meningkatkan partisipasi domestik dari investor-investor utama
  18. Mengoordinasikan tata kelola risiko untuk keseluruhan sovereign risk
  19. Meluncurkan kerangka kerja risiko yang bersifat holistik
  20. Mengaktifkan pengelolaan risiko pada area-area risiko utama
  21. Membuat kebijakan terkait inventarisasi dan penilaian
  22. Membuat pengelolaan aset dan pengelolaan portofolio dalam bentuk digital
  23. Menegakkan regulasi, panduan dan proses untuk memastikan aset teroptimalkan secara penuh oleh K/L
  24. Mengoptimalkan jenis aset tertentu yang berada di bawah tanggung jawab Kemenkeu langsung
  25. Memaksimalkan pemanfaatan aset dan return on asset
  26. Melaksanakan kajian portofolio aset setiap tahun
  27. Memperjelas mandat dan strategi dari setiap unit special missions dan meningkatkan kinerja mereka
  28. Menerapkan tata kelola, pelaporan, dan struktur hukum yang jelas
  29. Menempatkan proses-proses yang tepat
  30. Implementasi road map strategi akuntansi akrual
  31. Mengintegrasikan sistem akuntansi antara pemerintah pusat dan daerah
  32. Meningkatkan pengelolaan keuangan K/L dan BUN
  33. Meningkatkan sistem pengendalian internal

Kepabeanan dan Cukai (DJBC)

:  
  1. Memperbaiki sistemmanajemen kinerja
  2. Pilot kantor pelayanan modern0untuk menurunkan dwelling time
  3. Meluncurkan customs call center
  4. Future proofing kawasan berikat
  5. Memperbaiki layanan dan mengoptimasi pengawasan impormelalui kantor pos
  6. Otomasi proses pelayanan dan pengawasan
  7. Meningkatkan citra dengan mengoptimaasi kegiatan kehumasan
  8. Mengintegrasikansistem manajemen risiko
  9. Memulai lab stakeholder eksternal untuk mengurangi waktu impor
  10. Menyelaraskan fondasi dengan mandat
 

Penganggaran (DJA)

   
  1. Menuju kepada Arsitektur anggaran yang terfokus pada outcome
  2. Memperkuat monitoring dan evaluasi pada outcomeanggaran
  3. Merampingkan proses anggaran end-to-end
  4. Memperkuat efektivitas interaksi dengan para stakeholdereksternal
  5. Membangun kapabilitas K/L
  6. Meningkatkan kapabilitas internal DJA
 

Sentral (Setjen, Itjen, BPPK)

:  
  1. Mulai menjalankan arsitektur aplikasi dan data end-state
  2. Membentuk struktur organisasi TI dan proses tata kelola
  3. Menetapkan proses penganggaran TI dengan tanggung jawab yang jelas
  4. Membuat arsitektur keamanan end-state dan mengembangkan langkah-langkah penanganan ancaman utama
  5. Menetapkan organisasi Disaster Recovery dan prosedur pengoperasiannya
  6. Membuat e-Catalogueuntuk semua produk TI standar
  7. Mengonsolidasikan semua kontrak pemeliharaan di bawah Pusintek
  8. Memperkenalkan program pelatihan bertarget guna memenuhi kebutuhan TI Kemenkeu
  9. Memperkuat organisasi dan tata kelola Kemenkeu
  10. Memfokuskan kembali organisasi SetJen
  11. Merevitalisasi manajemen kinerja
  12. Menyelaraskan strategi, perencanaan dan kinerja melalui penganggaran berbasis kinerja
  13. Memusatkan dan memperkuat pengadaan
  14. Memperkuat proses hukum
  15. Menstandardisasi dan melembagakan mekanisme perencanaan pegawai yang dikendalikan oleh Unit Eselon I (termasuk perencanaan suksesi)
  16. Melakukan rekrutmen eksternal untuk jabatan-jabatan strategis
  17. Melembagakan mekanisme end-to-end appraisalyang menyertakan manajemen rewards dan konsekuensi
  18. Mendesain dan melembagakan program pengembangan end-to-end talent pool: penilaian, penempatan, pelatihan, pembinaan
  19. Merancang rencana transisi menuju organisasi SDM terintegrasi, dengan pemberdayaan Unit Eselon I
  20. Memperkuat manajemen risiko (ItJen)
  21. Menetapkan transformation  office (CTO/PMO)
  22. Mengembangkan strategi manajemen perubahan